Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Hanya Kembang Api! Begini Tradisi Akhir Tahun Paling Unik Berbagai Negara di Dunia Sambut Tahun Baru

Dwita Ikhtiananda • Jumat, 19 Desember 2025 | 19:40 WIB
Kakizome, menulis harapan pertama tahun baru, menjadi cara menyambut tahun baru di Jepang.
Kakizome, menulis harapan pertama tahun baru, menjadi cara menyambut tahun baru di Jepang.

Jawa Pos Radar Madiun - Pergantian tahun selalu menjadi momen istimewa. Bukan sekadar hitung mundur dan pesta kembang api, akhir tahun di berbagai negara dirayakan lewat tradisi unik yang sarat makna, harapan, dan simbol keberuntungan.

Menjelang 2025, dunia kembali menyambut tahun baru dengan cara-cara yang tak biasa, dari makan anggur hingga melempar piring.

Berikut deretan tradisi akhir tahun paling menarik dari berbagai penjuru dunia.

Spanyol: 12 Anggur, 12 Harapan

Warga Spanyol memiliki ritual ikonik bernama Las doce uvas de la suerte. Tepat saat lonceng berdentang tengah malam, mereka memakan 12 butir anggur, masing-masing melambangkan satu bulan dalam setahun. Tradisi yang sudah berlangsung sejak abad ke-19 ini dipercaya membawa keberuntungan sepanjang tahun baru.

Jepang: Doa, Kuil, dan Awal yang Bersih

Di Jepang, Tahun Baru atau Shogatsu dirayakan dengan Hatsumode, kunjungan pertama ke kuil. Warga berdoa untuk kesehatan, rezeki, dan ketenangan hidup. Hidangan khas osechi ryori disiapkan dengan penuh simbolisme, sementara kakizome, menulis harapan pertama tahun baru, menjadi refleksi personal menyambut tahun baru.

Brasil: Melompat Ombak Demi Keberuntungan

Pantai menjadi pusat perayaan Tahun Baru di Brasil. Ribuan orang mengenakan pakaian putih dan melompat tujuh gelombang laut sebagai simbol pembersihan diri dan pembuka keberuntungan. Persembahan bunga untuk Iemanjá, dewi laut, juga menjadi bagian penting dari ritual ini.

Skotlandia: Hogmanay dan Tamu Pembawa Hoki

Perayaan Hogmanay di Skotlandia terkenal dengan tradisi first-footing. Orang pertama yang memasuki rumah setelah tengah malam dipercaya menentukan keberuntungan setahun penuh. Biasanya ia membawa hadiah simbolis seperti batubara, whisky, atau roti sebagai lambang kehangatan dan kelimpahan.

Kolombia: Koper Kosong untuk Petualangan Baru

Di Kolombia, tradisi El Año Viejo dilakukan dengan membakar boneka yang melambangkan kesialan masa lalu. Yang unik, banyak orang berjalan mengelilingi lingkungan dengan koper kosong, berharap tahun baru membawa kesempatan bepergian dan petualangan baru.

Denmark: Pecahkan Piring, Undang Keberuntungan

Masyarakat Denmark merayakan tahun baru dengan cara tak biasa: melempar piring ke pintu rumah teman atau kerabat. Semakin banyak pecahan, semakin besar keberuntungan yang dipercaya akan datang di tahun mendatang.

Meksiko: Warna, Lentil, dan Harapan

Di Meksiko, warna pakaian dalam dipercaya membawa harapan tertentu. Merah untuk simbol cinta, kuning untuk kemakmuran. Tradisi makan lentil juga populer sebagai simbol rezeki. Tak sedikit yang menuliskan harapan di kertas lalu membakarnya saat pergantian tahun.

Filipina: Serba Bulat untuk Rezeki

Bentuk bulat menjadi simbol utama di Filipina. Buah-buahan bulat, pakaian bermotif lingkaran, hingga koin dikumpulkan sebagai lambang kekayaan. Anak-anak bahkan diajak melompat saat tengah malam agar tumbuh lebih tinggi di tahun baru.

Italia: Lepas Masa Lalu

Di Italia, malam La Festa di San Silvestro identik dengan membuang barang lama—secara simbolis melepas beban masa lalu. Pakaian merah dan hidangan lentil dipercaya membawa cinta serta kemakmuran di tahun yang baru.

Islandia: Berendam Air Panas di Tengah Dingin

Di tengah suhu dingin ekstrem, warga Islandia menyambut tahun baru dengan berendam di kolam air panas alami. Tradisi ini menjadi simbol relaksasi, kebersamaan, dan penyucian diri sebelum melangkah ke tahun baru. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#kolombia #filipina #meksiko #denmark #tradisi tahun baru di jepang #finlandia #italia #Tradisi Tahun Baru Dunia