Jawa Pos Radar Madiun – Hobi bermain kamera sejak duduk di bangku SMP mengantarkan Erinza Apriliani menapaki beragam profesi di usia muda.
Warga Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, Pacitan itu kini dikenal sebagai influencer, model, fotografer, hingga admin Museum dan Galeri Seni SBY ANI Pacitan.
Karier Erinza—sapaan akrabnya—bermula saat ia duduk di kelas VIII SMP.
Kegemarannya berfoto dan memegang kamera membuatnya terus berkembang hingga dipercaya menerima berbagai job.
“Aku suka foto dan aku juga bisa memegang kamera. Jadi, modelku dari orang-orang yang aku foto. Kebetulan dari tampangku alhamdulillah memadai jadi diajak menjadi model,” ujarnya, Sabtu (20/12).
Sejak usia 14 tahun, Erinza mulai menerima pekerjaan berbayar.
Ia jeli membaca peluang dengan membantu desainer-desainer lokal di desa mempromosikan produk melalui media sosial Instagram agar dikenal lebih luas.
Menurut Erinza, personal branding menjadi kunci penting di era digital.
Siswi kelas IX jurusan Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT) SMKN 1 Pacitan itu juga telah menjadi bagian dari Museum dan Galeri Seni SBY ANI Pacitan selama hampir satu tahun.
Awalnya, Erinza menjalani magang pada Januari lalu.
Selama magang, ia dipercaya membantu berbagai kegiatan pameran dan event yang melibatkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah enam bulan, masa magangnya diperpanjang atas saran direktur administrasi museum.
Di museum, Erinza menangani pekerjaan administrasi, perkantoran, keuangan, hingga pembuatan konten media sosial.
Setiap Selasa, ia libur bekerja. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk membuka jasa make up artist (MUA), model, dan fotografer.
“Dulu pernah mewakili Pacitan di Solo dalam perlombaan voli. Sama dulu pernah ikut pertandingan di Kemenpora,” tambah anak pertama dari tiga bersaudara itu.
Di balik sosok periangnya, Erinza menyimpan kisah hidup penuh ketegaran.
Ia tumbuh dalam kondisi broken home, ditinggal ayah sejak kecil.
Sejak itu, Erinza terbiasa mengandalkan diri sendiri dan menjadi penopang bagi ibu serta adik-adiknya.
“Aku melihat itu aku jadi kasihan sendiri karena aku selalu mengusahakan semuanya itu dari kecil itu sendiri,” ungkapnya.
Namun, Erinza tak larut dalam kesedihan.
Ia telah menyiapkan rencana masa depan. Erinza bercita-cita melanjutkan kuliah di Universitas Pertanahan dan bermimpi masuk TNI.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak takut mencoba dan gagal.
“Jangan terlalu malu karena masih muda. Dan, pentingnya personal branding di media sosial,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto