Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kini Jadi Kuliner Hits Bandung

Hengky Ristanto • 2026-03-26 15:42:58
Menu baso aci Tercabaikan yang berkembang dari usaha rumahan menjadi kuliner modern di Bandung.
Menu baso aci Tercabaikan yang berkembang dari usaha rumahan menjadi kuliner modern di Bandung.

BANDUNG – Usaha kuliner berbasis tepung aci terus berkembang di tengah tren makanan tradisional yang dimodifikasi.

Salah satunya brand Tercabaikan yang kini menjadi salah satu usaha kuliner lokal di Bandung.

Usaha ini menghadirkan berbagai menu seperti baso aci, cimol bojot, cireng kuah, mie kocok, kupat tahu, mie ayam, hingga cilok.

Pemilik Tercabaikan, Inggra DP, mengatakan usaha tersebut bermula dari ketertarikannya pada kuliner baso aci.

Ide muncul saat dirinya berkunjung ke Garut dan melihat tingginya minat masyarakat terhadap makanan tersebut.

“Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah,” ujarnya.

Respons positif dari keluarga menjadi titik awal berkembangnya usaha.

Bahkan, pada momen syukuran pernikahan tahun 2017, produk tersebut mulai dikenal lebih luas dan mendapat pesanan.

Tercabaikan terus berinovasi menghadirkan variasi menu.

Mulai kupat tahu dengan sambal geprek hingga baso aci dengan berbagai pilihan kuah seperti keju, seblak, dan soto.

Produk dikenal memiliki cita rasa kuat dengan beragam topping.

Langkah ini membuat kuliner tradisional tetap relevan dengan selera pasar modern.

Dalam pengembangannya, Tercabaikan memanfaatkan berbagai kanal digital.

Mulai website, marketplace, media sosial, hingga WhatsApp Business.

Strategi ini membantu memperluas jangkauan pasar.

Inggra juga aktif mengikuti pelatihan melalui program LinkUMKM BRI.

Program ini dikenalnya sejak 2020 melalui Rumah BUMN Bandung.

Menurutnya, pelatihan tersebut sangat membantu pengembangan usaha.

“Program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis sesuai kebutuhan pelaku usaha,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta UMKM di Indonesia.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut penguatan kapasitas usaha menjadi kunci UMKM naik kelas.

“Melalui LinkUMKM, pelaku usaha didorong meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas pasar,” ujarnya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#bisnis kuliner 2026 #baso aci bandung #kuliner tradisional modern #bandung #LinkUMKM BRI #umkm sukses