--------------------------------------------------------------------------
SOSOK Walida Tanjung Files sudah terlihat menonjol sejak kecil. Pun, kesehariannya saat masih belia diisi kegiatan yang bagi sebagian anak terbilang tak lazim. Kala itu dia lebih suka membaca buku sastra ketimbang main seperti bocah pada umumnya. ‘’Waktu kelas IV SD saya mulai menekuni seni musik. Kadang harus curi-curi waktu untuk belajar gitar bersama saudara,’’ kenangnya.
Menginjak bangku SMP, ketertarikan Fileski –sapaan Walida Tanjung Files- pada dunia sastra semakin tak terbendung. Pun, kerap menghabiskan waktu luangnya di sekolah untuk membaca buku sastra di perpustakaan. ‘’Lalu, waktu SMA mulai menekuni seni teater,’’ sebutnya.
Lulus SMA, Fileski sempat kuliah di jurusan komputerisasi akuntansi. Namun, hanya dijalani satu tahun. Kemudian, dia mendaftar beasiswa jurusan teater di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya. ‘’Saya baru pulang setelah lulus kuliah,’’ ujar warga Jalan Koperasi, Kelurahan Banjarejo, Taman, itu.
Sejak kuliah di Surabaya Fileski rajin menciptakan puisi dan mempublikasikan di berbagai media masa, jurnal, dan buku kumpulan puisi. Pun, menggelar pertunjukan resital biola puisi di sejumlah berbagai perhelatan seni, baik di dalam maupun luar negeri. ‘’Pernah juga jadi sutradara di festival teater,’’ ungkapnya.
Kepiawaian Fileski di bidang sastra mengantarnya meraih beberapa penghargaan. Di antaranya, Anugerah Hescom kategori musikalisasi puisi terbaik dari e-Sastera Malaysia selama tiga periode berturut-turut. Selain itu, komposer lagu puisi Kerinduan Anugerah Pesta di Brunei Darussalam.
Pria yang kini tercatat sebagai guru seni budaya SMAN 2 Kota Madiun itu juga pernah menggelar tour konser musik puisi satu bulan penuh di Singapura. Selain itu, mencatat rekor musikalisasi puisi terlama yakni 11 jam non stop di Festival Lanfang-Indonesia. ‘’Bersyukur, akhirnya pada 2019 lolos tes CPNS,’’ kata redaktur NegeriKertas.com itu. *** (isd) Editor : Hengky Ristanto