Jawa Pos Radar Madiun - Peugeot 307 Diesel bukanlah mobil yang identik dengan kecepatan. Tapi di tangan para penggemar sleeper car—alias cumi darat, mobil ini menyimpan potensi besar.
Dengan tampang kalem khas hatchback Eropa, siapa sangka kalau mesin diesel turbo-nya bisa dirombak jadi rival serius Toyota Kijang Innova Diesel bermesin 2GD-FTV?
Varian Peugeot 307 Diesel yang paling potensial adalah 2.0 HDi 16V (DW10BTED4), yang dari pabriknya sudah dibekali tenaga 136 PS dan torsi 320 Nm.
Menurut data dari Auto-data.net, mobil ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 9,3 detik, dengan top speed 205 km/jam.
Angka ini cukup impresif mengingat mobil ini dirancang sebagai hatchback keluarga, bukan performa.
Sementara itu, Toyota Innova Diesel generasi kedua menggunakan mesin 2GD-FTV 2.4L turbo common rail, yang menurut spesifikasi di Toyota-Astra.co.id menghasilkan tenaga 149 PS dan torsi 360 Nm, disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis atau manual.
Dalam pengujian oleh Otosia.com, akselerasi 0–100 km/jam ditempuh dalam waktu sekitar 12,3 detik untuk varian otomatis.
Dari data itu, Peugeot 307 sudah unggul dalam hal akselerasi standar meski secara tenaga masih di bawah Innova.
Namun, jika keduanya dimodifikasi ringan seperti ECU remap, Peugeot 307 Diesel bisa melonjak ke 180–200 PS dan 380–420 Nm, sementara Innova 2GD yang diremap biasanya tembus di angka 180–190 PS dan 430–450 Nm tergantung tuning.
Meski secara torsi Innova lebih unggul, bobot jadi pembeda besar. Peugeot 307 memiliki berat kosong sekitar 1.300 kg, jauh lebih ringan dibanding Innova Diesel yang mencapai 1.650 kg.
Ini berarti Peugeot lebih lincah dan efisien dalam memanfaatkan tenaga, terutama di sprint 0–100 km/jam.
Dengan power-to-weight ratio yang lebih baik, Peugeot 307 bisa mencatat waktu 0–100 km/jam sekitar 7 detik setelah modifikasi ringan, sementara Innova remap umumnya berada di kisaran 9 detik.
Dalam hal tampilan, Peugeot 307 tentu lebih “menyamar”. Bentuknya kompak, cenderung tidak mencolok, sangat cocok untuk konsep sleeper.
Sebaliknya, Innova, dengan bodi bongsor dan kesan MPV, sulit disangka punya performa lebih—namun tetap menarik perhatian karena ukurannya.
Artinya, Peugeot 307 adalah sleeper sejati, sementara Innova lebih ke arah sleeper keluarga.
Tentu, keduanya punya keunggulan masing-masing. Innova 2GD unggul di daya angkut, durabilitas, dan kemampuan torsi pada tanjakan berat.
Tapi jika bicara soal kecepatan di jalan tol, fun-to-drive, dan kejutan di lampu merah, Peugeot 307 Diesel bisa jadi cumi darat underrated yang bikin takjub lawan. (gar)
Editor : Tegar Rukmana