Jawa Pos Radar Madiun – Ketika musim hujan datang, genangan air dan banjir kembali jadi tantangan di banyak daerah.
Pertanyaannya, bolehkah mobil menerobos banjir? Kalau iya, seberapa tinggi air yang masih aman? Banyak pengendara mobil terjebak di tengah banjir karena kurang memahami batas aman ini.
Berikut panduan lengkap soal batas aman mobil saat menghadapi genangan air berdasarkan jenis mobil, ground clearance, dan kondisi arus.
Setengah Ban: Batas Umum Tapi Tetap Berisiko
Banyak orang mengira bahwa selama air belum mencapai kap mesin, mobil masih aman melaju. Padahal, batas ideal adalah maksimal setengah tinggi ban, dan itu pun jika tidak ada arus deras atau kendaraan lain yang membuat cipratan tinggi.
Setiap mobil punya toleransi banjir yang berbeda tergantung ground clearance atau tinggi bodi dari permukaan jalan.
Berikut gambaran batas aman berdasarkan tipe mobil:
1. LCGC (Toyota Agya, Daihatsu Ayla)
Ground clearance: 160–180 mm
Batas aman genangan: maksimal 30 cm
Jika air sudah menyentuh bagian bawah pintu, putar balik!
2. MPV (Innova, Xpander, Ertiga)
Ground clearance: 200–230 mm
Batas aman: sekitar 40 cm
Masih bisa melewati genangan ringan, hindari gelombang air besar dari kendaraan lain.
3. SUV (Fortuner, Pajero, CR-V)
Ground clearance: di atas 220 mm
Batas aman: hingga 50 cm
Cocok untuk genangan tinggi, tetap waspada jika arus deras.
Arus Deras Lebih Berbahaya dari Tinggi Air
Genangan setinggi 30 cm dengan arus deras bisa menyeret mobil kecil. Apalagi kalau mobilmu bertransmisi otomatis atau punya posisi intake rendah. Arus kuat akan membuat mobil kehilangan traksi, bahkan bisa hanyut.
Tips penting:
Jika air tampak berbuih atau bergelombang tinggi, hindari lewat!
Jangan percaya diri hanya karena mobilmu tinggi.
Mobil mogok karena banjir tak hanya merepotkan, tapi juga bisa merusak mesin, transmisi, hingga sistem kelistrikan. Perbaikannya? Bisa mencapai belasan juta rupiah!
Daripada nekat dan berujung servis mahal, ambil jalan memutar atau tunggu air surut.
Tips Aman Berkendara Saat Banjir:
Perhatikan mobil lain: Gunakan kendaraan lain sebagai tolok ukur tinggi air.
Matikan AC: Saat melintas banjir, matikan AC untuk mengurangi beban mesin.
Jaga kecepatan rendah: Hindari menciptakan gelombang besar yang bisa masuk ke mesin.
Gunakan gigi rendah/manual: Untuk menjaga traksi dan putaran mesin tetap stabil. (cor)
Editor : Andi Chorniawan