Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah tren elektrifikasi yang makin menguat di industri otomotif global, Mitsubishi Motors justru mengambil jalur berbeda untuk model terbarunya di Indonesia.
Lewat SUV tujuh penumpang Mitsubishi Destinator, pabrikan asal Jepang itu memilih tetap mengandalkan mesin bensin turbo 1.500 cc sebagai jantung pacu utama, alih-alih langsung beralih ke teknologi hybrid.
Keputusan ini tentu menimbulkan tanda tanya. Mengapa Mitsubishi tidak langsung menghadirkan Destinator dalam versi elektrifikasi seperti hybrid?
Menjawab pertanyaan tersebut, CEO dan President Director Mitsubishi Motors Corporation, Takao Kato, mengungkapkan bahwa pilihan terhadap mesin 4B40 1.5L turbo bukan tanpa pertimbangan teknis dan pasar.
Dalam wawancaranya yang dikutip dari Otodriver.com saat peluncuran perdana Mitsubishi Destinator di Jakarta pada 17 Juli 2025, Kato menjelaskan bahwa mesin tersebut telah mendapatkan peningkatan signifikan.
Mesin 4B40 ini kini dibekali sistem water intercooler serta dua injektor yang memungkinkan efisiensi lebih baik tanpa mengorbankan performa.
“Sebenarnya improvement ini 1.500 cc engine yang sudah existing dilakukan karena ini adalah mesin yang mengadopsi water intercooler dengan dua injeksi, sehingga kita menyeimbangkan antara performa yang baik karena turbo namun dengan efisiensi,” ujar Kato.
Baca Juga: Mitsubishi Destinator vs CR-V Turbo: Siapa yang Lebih Irit dan Bertenaga? Ini Data Lengkapnya!
Ia menambahkan, menggunakan mesin berkapasitas besar memang dapat menghasilkan tenaga yang tinggi, tetapi bukan berarti menjamin efisiensi bahan bakar.
Dengan platform bodi sebesar Destinator, mesin 1.5L turbo dianggap paling ideal untuk memenuhi kebutuhan performa dan efisiensi secara bersamaan.
Namun demikian, Mitsubishi tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan versi hybrid dari Destinator di masa mendatang.
Kato menyebutkan bahwa secara teknis, platform sudah memungkinkan, tetapi adopsi elektrifikasi di Indonesia masih menghadapi tantangan dari sisi harga jual dan belum maksimalnya dukungan subsidi pemerintah.
Baca Juga: SUV Listrik Tercanggih! BYD Yangwang U8 Bikin Takjub, Bisa Mengapung dan Putar 360 Derajat
Meski belum mengusung sistem elektrifikasi, Mitsubishi Destinator tetap hadir dengan spesifikasi teknis yang menarik.
Mesin bensin 1.5L turbo 4 silinder tersebut mampu memuntahkan tenaga sebesar 163 PS dan torsi maksimal 250 Nm.
Seluruh tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT. Kombinasi ini diklaim mampu memberikan pengalaman berkendara yang bertenaga namun tetap efisien di konsumsi bahan bakar.
Baca Juga: SUV Listrik Made in Indonesia: Polytron G3+ Tembus 500 KM, Harga Mulai Rp 299 Juta
Dengan strategi ini, Mitsubishi tampaknya ingin menjangkau pasar keluarga urban Indonesia yang masih mengutamakan efisiensi, kenyamanan, dan performa tanpa harus terbebani biaya tambahan dari teknologi elektrifikasi.
Sementara itu, untuk versi hybrid, tinggal menunggu waktu dan momentum yang tepat. (gar)
Editor : Tegar Rukmana