Jawa Pos Radar Madiun - Melati Belanda adalah tanaman rambat dengan bunga yang unik karena bisa berubah warna dari putih, pink, hingga merah seiring waktu.
Selain indah, aromanya juga harum semerbak sehingga cocok dijadikan penghias pagar, dinding, atau ditanam di pot.
Nah, buat yang ingin menanamnya atau pemula dalam berkebun, berikut panduan lengkapnya.
1. Pilih Lokasi yang Tepat
Tanaman ini menyukai cahaya matahari penuh. Pastikan lokasi tanam terkena sinar matahari minimal 6 jam sehari agar rajin berbunga.
Tanah harus gembur dengan drainase baik supaya akar tidak mudah busuk.
2. Siapkan Penyangga
Karena sifatnya merambat, melati Belanda perlu penyangga seperti pagar, teralis, atau dinding.
Jika ingin dijadikan penutup tanah, tidak perlu penyangga. Namun jika ingin merambat ke atas, pasang tiang atau kawat sebelum bibit ditanam agar akar tidak rusak.
3. Menanam Bibit
Gali lubang sedalam akar tanaman dan buat lubangnya lebih lebar dari ukuran pot.
Campur tanah dengan kompos atau pupuk organik agar nutrisi lebih baik.
Lepaskan bibit dari pot dengan hati-hati lalu masukkan ke lubang.
Timbun kembali dengan campuran tanah dan kompos, padatkan perlahan.
Siram hingga tanah lembap merata. Jika ditanam untuk merambat, ikat batang muda ke penyangga supaya arah pertumbuhannya teratur.
4. Perawatan Setelah Tanam
Siram seminggu sekali, atau dua kali jika cuaca panas dan tanah cepat kering. Tambahkan mulsa atau kompos di sekitar akar agar tanah tetap lembap.
Pangkas batang setelah berbunga untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Jika ditanam di pot, gunakan pot besar agar akar leluasa berkembang.
5. Perawatan Sehari-Hari
Gunakan pupuk organik ringan, hindari pupuk nitrogen tinggi agar bunga tidak kalah dengan daun.
Lakukan pemangkasan rutin agar tanaman tidak terlalu rimbun. Jika terkena kutu daun atau ulat, semprot dengan larutan neem oil atau sabun khusus tanaman. (cor)
Editor : Andi Chorniawan