Jawa Pos Radar Madiun - Dominasi DJI di pasar drone memang masih sangat kuat. Namun, memasuki 2025, semakin banyak pengguna mulai melirik drone non-DJI terbaik sebagai alternatif yang tak kalah canggih.
Alasan utamanya beragam, mulai dari kebutuhan spesifik, regulasi, teknologi AI yang lebih agresif, hingga preferensi merek non-Tiongkok untuk sektor profesional dan industri.
Berikut rekomendasi terbaiknya sebelum memutuskan beli.
Drone Non DJI untuk Pemula dan Pengguna Umum
Untuk pengguna pemula dan hobi, faktor kemudahan penggunaan dan portabilitas menjadi kunci utama. Di segmen ini, beberapa drone non-DJI tampil sangat kompetitif.
1. Autel EVO Nano+
Salah satu alternatif DJI Mini yang paling seimbang. Dengan bobot hanya 249 gram, drone ini ramah regulasi dan mudah dibawa traveling.
Keunggulan utamanya terletak pada sensor kamera 50MP yang mampu menghasilkan foto tajam dengan detail tinggi.
Bagi pengguna yang ingin kualitas foto unggul dalam bodi kecil, EVO Nano+ menjadi pilihan menarik.
2. Autel EVO Lite+
Menawarkan performa lebih tinggi untuk pengguna yang menginginkan durasi terbang panjang dan kualitas kamera lebih fleksibel.
Waktu terbang hingga 40 menit serta performa low-light yang baik menjadikannya cocok untuk kreator konten dan fotografer udara tingkat menengah.
3. HoverAir X1
Drone ini dirancang untuk pengguna yang ingin praktis tanpa ribet controller. HoverAir X1 dapat lepas landas dari tangan, merekam otomatis, dan mendarat sendiri.
Mode seperti Follow, Hover, dan Orbit membuatnya ideal untuk selfie, vlog harian, dan aktivitas outdoor ringan.
Untuk pemula total, HoverAir X1 adalah salah satu drone non-DJI paling ramah pengguna.
4. Potensic Atom 2 dan Atom 4K
Drone ini menawarkan kamera 4K, GPS, serta fitur Return to Home yang cukup akurat. Cocok untuk pemula yang ingin belajar drone dengan budget lebih hemat dibanding merek premium.
Drone Non DJI untuk Profesional dan Industri
Di kelas profesional, drone non-DJI justru memiliki keunggulan yang sangat spesifik, terutama pada teknologi AI dan otonomi penerbangan.
5. Skydio 2+
Skydio 2+ dikenal luas sebagai drone dengan kemampuan pelacakan otomatis berbasis AI terbaik di dunia.
Drone ini mampu mengikuti subjek secara cerdas sambil menghindari rintangan dari segala arah tanpa input manual yang rumit.
Bagi kebutuhan sinematografi dinamis dan olahraga ekstrem, Skydio 2+ menawarkan pengalaman yang sulit ditandingi.
6. Skydio X10
Drone ini dirancang khusus untuk inspeksi, pemetaan, dan keamanan. Dilengkapi sensor thermal, sistem AI tingkat lanjut, serta sertifikasi NDAA, Skydio X10 banyak digunakan oleh lembaga pemerintahan dan industri di luar DJI ecosystem.
7. Autel Dragonfish Pro
Drone hybrid ini menawarkan waktu terbang ekstrem hingga 158 menit, zoom optik hingga 50x, serta dukungan RTK untuk pemetaan presisi tinggi.
Dragonfish Pro menjadi pilihan bagi misi jarak jauh, survei area luas, dan kebutuhan profesional skala besar. (cor)
Editor : Andi Chorniawan