Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, umat Muslim mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh berkah.
Salah satu tradisi yang lazim dilakukan adalah menjaga kebersihan diri melalui mandi besar atau mandi sunnah, yang sering dikenal dengan istilah padusan.
Penting untuk dipahami bahwa meskipun mandi wajib bukan merupakan syarat sahnya puasa, mandi ini menjadi keharusan bagi mereka yang sedang dalam keadaan hadas besar.
Supaya dapat melaksanakan ibadah lain seperti shalat Subuh dan membaca Al-Qur'an dalam kondisi suci.
Baca Juga: Miris! Dari 180 Jembatan di Ngawi, yang Diperbaiki Tahun Ini Cuma Satu
Jenis Mandi Menjelang Ramadan
Terdapat dua kondisi yang mendasari pelaksanaan mandi sebelum memasuki bulan puasa:
1. Mandi Sunnah Ramadan:
Dilakukan untuk mempersiapkan diri dan menjaga kebersihan tubuh menyambut bulan suci (bagi yang tidak dalam keadaan hadas besar).
2. Mandi Wajib (Ghusl):
Wajib dilakukan jika seseorang dalam kondisi junub (hadas besar) akibat mimpi basah, hubungan suami istri, atau bagi wanita yang telah selesai masa haid dan nifas.
Niat Mandi Sebelum Ramadan 2026
Berikut adalah bacaan niat untuk kedua jenis mandi tersebut:
1. Niat Mandi Sunnah Menyambut Ramadan
Jika Anda ingin mandi sunnah untuk membersihkan diri sebelum malam pertama Ramadan:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Mandi Wajib (Hadas Besar/Junub)
Bagi yang ingin bersuci dari hadas besar sebelum memulai ibadah puasa:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Mandi Wajib yang Sah
Agar dianggap sah menurut syariat, berikut ini urutan mandi yang benar:
-
Membaca Niat: Dilafalkan saat air pertama kali menyentuh anggota tubuh.
-
Mencuci Tangan: Basuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
-
Membersihkan Najis: Bersihkan area kemaluan dan lipatan tubuh yang kotor menggunakan tangan kiri.
-
Mencuci Tangan Kembali: Bersihkan tangan dengan sabun setelah membersihkan area kotor.
-
Berwudu: Lakukan wudu sempurna seperti saat hendak shalat.
-
Membasuh Kepala: Guyur kepala tiga kali hingga air meresap ke akar rambut.
-
Guyur Seluruh Tubuh: Mulai dengan menyiram bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, kemudian sebelah kiri tiga kali. Pastikan seluruh lipatan kulit dan sela-sela jari terkena air.
Doa Setelah Mandi
Setelah selesai, disarankan membaca doa berikut sebelum keluar dari kamar mandi:
“Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.”
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang senantiasa bertobat, dan jadikanlah aku pula termasuk golongan orang yang selalu menjaga kesucian diri.”
Dengan menjaga kesucian diri, diharapkan ibadah puasa Ramadan 2026 dapat dijalankan dengan lebih tenang dan khusyuk. (naz)
Editor : Mizan Ahsani