Jawa Pos Radar Madiun –Volume kendaraan pemudik yang terus merangkak naik memicu diberlakukannya rekayasa lalu lintas skala besar di jalur Trans Jawa. Terhitung mulai Rabu dini hari (18/3) pukul 00.00 WIB, skema satu arah atau one way resmi diterapkan guna mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026.
Titik awal pemberlakuan one way ini dimulai dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek (Gerbang Tol Cikampek Utama) dan berakhir di KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang. Langkah strategis ini diambil oleh pihak kepolisian dan pengelola jalan tol untuk memberikan ruang lebih luas bagi kendaraan yang melaju dari arah Barat menuju Timur Jawa.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Intip Skema Rekayasa Lalu Lintas di Kota Madiun, Berlaku hingga 25 Maret
Dengan skema ini, seluruh lajur jalan tol difungsikan searah menuju Semarang. Pengendara dari arah sebaliknya (arah Jakarta) diimbau untuk menggunakan jalur arteri atau mengikuti arahan petugas di lapangan untuk jalur alternatif yang telah disediakan.
Petugas di lapangan mengingatkan para pemudik untuk tetap menjaga batas kecepatan meski kondisi jalan satu arah cenderung lebih longgar. Disiplin berkendara tetap menjadi prioritas utama demi menghindari kecelakaan beruntun yang kerap terjadi akibat kelalaian di jalur rekayasa.
Baca Juga: Lebaran 2026 Makin Aman, Polri Siagakan Helikopter Ambulans Udara di Jalur Tol Utama
Masyarakat disarankan untuk selalu memantau kondisi tangki bahan bakar dan ketersediaan saldo kartu tol elektronik sebelum memasuki jalur one way, mengingat akses menuju rest area di jalur seberang mungkin akan mengalami penyesuaian operasional.(*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani