JAKARTA -- Standar smartphone entry-level di Indonesia mulai berubah drastis pada awal 2026.
Fitur layar 120Hz kini tak lagi eksklusif untuk kelas menengah, tetapi sudah merambah HP Rp1 jutaan.
Perubahan ini membuat pengalaman penggunaan di segmen murah semakin meningkat.
Baca Juga: Harga iPhone Mendadak Naik Lebaran 2026, iPhone 15 Melonjak Rp1,5 Juta
Navigasi terasa lebih halus, animasi lebih responsif, hingga gaming ringan jadi lebih nyaman.
Tak hanya itu, produsen juga berlomba menghadirkan baterai berkapasitas besar demi menunjang aktivitas seharian.
Kombinasi layar mulus dan baterai “badak” kini menjadi daya tarik utama di kelas entry-level.
Baca Juga: Format Unik FIFA Series 2026 di Jakarta: Menang di Laga Pembuka, Indonesia Langsung ke Final?
Poco C71: Standar Baru di Harga Rp1 Jutaan
Poco C71 menjadi salah satu pelopor di segmen ini. Dibanderol mulai Rp1,049 juta, perangkat ini membawa layar IPS LCD 6,88 inci dengan refresh rate 120Hz.
Untuk performa, chipset Unisoc T7250 menjadi otak utama yang cukup stabil untuk penggunaan harian.
Baterai 5.200 mAh melengkapi perangkat ini agar tetap awet dipakai seharian.
Realme P3 Lite: Fokus Daya Tahan Ekstrem
Realme P3 Lite hadir sebagai pilihan bagi pengguna yang mengutamakan baterai besar.
Baca Juga: Analisis Klasemen Liga 2: Sriwijaya FC Hancur, Persipal di Ujung Tanduk Zona Degradasi
Kapasitas 6.300 mAh diklaim mampu bertahan hingga dua hari dalam pemakaian normal.
Selain layar 120Hz, ponsel ini juga dibekali fitur NFC 360 derajat yang memudahkan transaksi digital. Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp1,3 jutaan.
Infinix Smart 10: Fitur Lebih Lengkap di Harga Murah
Infinix Smart 10 tampil menarik dengan fitur Dynamic Bar yang cukup fungsional.
Meski hanya Rp1,1 jutaan, ponsel ini sudah memiliki sertifikasi IP64 yang tahan debu dan percikan air.
Baca Juga: GTA 6 Rilis November 2026, Tanpa Iklan dan Harga Diprediksi Tembus Rp1,3 Juta
Kemampuan videonya juga menonjol karena sudah mendukung perekaman hingga resolusi 2K, jarang ditemukan di kelas harga ini.
Nubia V70 Max: Layar Super Luas
Bagi pengguna yang menginginkan layar besar, Nubia V70 Max menawarkan panel 6,9 inci yang cocok untuk hiburan.
Ponsel ini juga dibekali baterai 6.000 mAh dan fast charging 22,5W.
Kombinasi tersebut membuatnya ideal untuk konsumsi konten dan penggunaan jangka panjang.
Baca Juga: Rekomendasi HP Snapdragon 8 Elite Gen 5 Terbaru 2026: Samsung hingga Xiaomi, Ini Daftarnya
Itel P70: Seimbang di Semua Sisi
Itel P70 mengedepankan keseimbangan antara performa dan daya tahan. Chipset MediaTek Helio G50 cukup untuk kebutuhan dasar, sementara baterai 6.000 mAh memastikan penggunaan lebih lama.
Desainnya juga dibuat ergonomis, sehingga tetap nyaman digenggam meski membawa kapasitas baterai besar.
Redmi A5 vs Tecno Spark Go 2: Duel Entry-Level Populer
Redmi A5 dan Tecno Spark Go 2 sama-sama mengandalkan chipset Unisoc T7250 di harga Rp1,1 jutaan.
Baca Juga: Rekomendasi HP Samsung untuk Pelajar, RAM Besar dan Baterai Awet
Redmi A5 unggul dengan kamera 32 MP berbasis AI yang cukup tajam di kelasnya.
Sementara Tecno Spark Go 2 menawarkan fitur AI seperti AI Writing dan AI Translate yang mendukung produktivitas pengguna.
Tren Baru: Unisoc T7250 Jadi Andalan
Dominasi chipset Unisoc T7250 pada berbagai model menunjukkan strategi vendor dalam menekan harga tanpa mengorbankan performa.
Chipset ini dinilai cukup mampu mengakomodasi kebutuhan layar 120Hz di kelas entry-level, sehingga pengalaman pengguna tetap optimal meski dengan harga terjangkau.
Perubahan tren ini menandai bahwa HP murah kini tidak lagi sekadar cukup, tetapi sudah mampu memberikan pengalaman yang lebih mendekati kelas menengah.
Editor : Ockta Prana Lagawira