
Jawa Pos Radar Madiun - Perdebatan lama mengenai mana yang lebih kencang antara Android dan iOS kembali memanas.
Melalui unggahan terbaru di blog Chromium, Google mengklaim bahwa Android kini memegang rekor sebagai "platform seluler tercepat untuk penjelajahan web" per Maret 2026.
Tidak tanggung-tanggung, Google menyebut beberapa ponsel Android kelas atas memiliki performa hingga 47% lebih cepat dibandingkan kompetitor non-Android (yang hampir pasti merujuk pada iOS/iPhone).
Khususnya dalam metrik beban halaman.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Paling Irit 2026: Sekali Cas Daya Jelajah hingga 200 Kilometer
Pecahkan Rekor Lewat Dua Tolok Ukur Utama
Dalam pengujiannya, Google menggunakan dua alat benchmark canggih untuk mengukur performa perangkat:
-
Speedometer: Fokus pada pengukuran latensi (kecepatan respons).
-
LoadLine: Alat pengukur kecepatan pemuatan halaman web yang dikembangkan oleh Google bersama manufaktur Android.
Hasilnya cukup mengejutkan.
Berkat "integrasi vertikal yang dalam" antara hardware, sistem operasi Android, dan mesin Chrome, tiga manufaktur Android (yang namanya dirahasiakan) berhasil melampaui skor iPhone dengan selisih yang sangat signifikan.
Integrasi Vertikal Jadi Kunci Utama
Google menjelaskan bahwa lompatan performa antara 20% hingga 60% secara year-on-year ini bukan tanpa alasan.
Kerja sama erat antara Google dan mitra produsen ponsel untuk menyelaraskan software dengan chipset terbaru menjadi kunci utama Android bisa berlari lebih kencang tahun ini.
"Performa konten web sangat sentral bagi pengalaman pengguna," tulis Google.
Klaim ini seolah ingin meruntuhkan stigma lama bahwa iOS selalu lebih mulus karena kontrol ketat Apple atas perangkat keras dan perangkat lunaknya.
Kritik: Klaim Google Terlalu Subjektif?
Meski data ini terdengar luar biasa bagi fans Android, para pengamat teknologi mengingatkan agar hasil ini diambil dengan "sedikit garam" (tidak ditelan mentah-mentah). Beberapa poin yang memicu keraguan antara lain:
-
Uji Coba Internal: Pengujian dilakukan oleh Google sendiri, bukan pihak ketiga yang independen.
-
Alat Buatan Sendiri: LoadLine adalah alat yang dikembangkan oleh ekosistem Android, sehingga mungkin lebih dioptimalkan untuk sistem mereka.
-
Manufaktur Rahasia: Google tidak menyebutkan tiga merek Android mana yang berhasil mengalahkan iPhone, sehingga mustahil bagi penguji independen untuk memverifikasi klaim tersebut.
Apple, yang selama ini dikenal sebagai raja integrasi vertikal, kini mendapat tantangan terbuka.
Dengan rilis iOS 26.3 baru-baru ini yang mempermudah transisi ke Android, tekanan bagi Apple untuk meningkatkan kecepatan engine Safari atau mesin web mereka di iPhone kini semakin besar.
Jika Anda adalah pengguna yang sering bekerja melalui browser ponsel, klaim 47% lebih cepat ini tentu menjadi godaan besar untuk melirik flagship Android terbaru di tahun 2026. (naz)
Editor : Mizan Ahsani