Jawa Pos Radar Madiun - Memasuki tahun 2026, minat masyarakat terhadap MacBook bekas tetap tinggi, terutama untuk seri Apple Silicon seperti M1 dan M2.
Namun, tingginya permintaan ini juga diikuti dengan maraknya peredaran unit rekondisi (refurbished) non-resmi atau barang curian yang dikunci (locked).
Baca Juga: Rekomendasi Laptop ASUS Terbaik Harga Rp 3–7 Jutaan, Vivobook Jadi Andalan Pelajar dan Kantoran
Agar investasi Anda tidak berujung rugi, berikut adalah panduan teknis bagi warga Madiun dan sekitarnya saat melakukan pengecekan unit MacBook bekas:
1. Cek Kesehatan Baterai (Cycle Count)
Hal pertama yang wajib diperiksa adalah Cycle Count (CC). Klik logo Apple > About This Mac > System Report > Power. Untuk penggunaan normal di tahun 2026, pastikan CC masih di bawah angka 500. Jika sudah menyentuh 1.000 atau muncul status "Service Recommended", Anda harus menyiapkan dana tambahan sekitar Rp 1,5–2,5 juta untuk penggantian baterai original.
2. Verifikasi Keaslian Layar dengan True Tone
Pastikan fitur True Tone aktif di pengaturan Display. Jika fitur ini hilang, kemungkinan besar layar sudah pernah diganti dengan komponen tidak resmi (KW). Selain itu, cek keberadaan dead pixel atau staingate (lapisan anti-pantul yang mengelupas) dengan menampilkan gambar berwarna putih polos dan hitam polos dalam kondisi kecerahan maksimal.
3. Uji Performa Keyboard dan Trackpad
Buka aplikasi TextEdit dan coba ketik semua tombol satu per satu. Untuk MacBook keluaran 2019 ke bawah yang masih menggunakan Butterfly Keyboard, perhatikan jika ada tombol yang macet atau mengetik dua kali (double type). Pastikan juga Force Touch pada trackpad berfungsi dengan baik dan memberikan umpan balik getaran yang konsisten.
4. Pastikan iCloud Sudah Logout dan Tidak Terkunci MDM
Jangan pernah membeli MacBook yang masih terikat akun iCloud orang lain. Pastikan penjual sudah melakukan Sign Out dari Find My Mac. Selain itu, waspadai unit MDM (Mobile Device Management), yaitu unit kantor yang dibatasi sistemnya. Cara mengeceknya, lakukan reset pabrik di tempat; jika muncul permintaan login organisasi/perusahaan saat aktivasi, segera batalkan pembelian.
5. Cek Port dan Konektivitas
Bawa flashdisk atau perangkat USB-C untuk mencoba semua lubang port yang ada. Jangan lupa hubungkan ke jaringan Wi-Fi dan tes speaker serta kamera web. Di tahun 2026, pastikan juga engsel layar masih kokoh dan tidak "loyo" saat laptop digerakkan, karena biaya servis engsel pada seri terbaru cukup menguras kantong.
Tips Tambahan:
Baca Juga: MacBook Air M5 Laptop Apple yang Performanya Meningkat: Storage 512 GB, Kamera 12 MP
Sangat disarankan untuk membeli unit dengan kode wilayah ID/A (resmi Indonesia) untuk menjamin keaslian komponen dan kemudahan saat harus melakukan servis di Authorized Service Provider resmi.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani