Jawa Pos Radar Madiun – Selama ini, gaya hidup sedenter atau duduk terlalu lama sering dicap sebagai "musuh" kesehatan yang memicu berbagai penyakit kronis. Namun, sebuah studi terbaru memberikan kabar baik: tidak semua aktivitas duduk berdampak buruk bagi otak.
Penelitian yang dimuat dalam American Journal of Preventive Medicine mengungkapkan bahwa duduk yang disertai dengan aktivitas berpikir atau stimulasi mental justru berpotensi menurunkan risiko demensia di masa depan.
Duduk Aktif vs Duduk Pasif: Apa Bedanya?
Peneliti dari Karolinska Institute, Mats Hallgren, membedakan aktivitas duduk menjadi dua kategori utama yang memiliki dampak bertolak belakang bagi kesehatan kognitif:
Baca Juga: 6 Laptop HP Harga 3–4 Jutaan Terbaik Maret 2026: Performa Stabil dalam Desain Elegan
Duduk Pasif (Beresiko): Menonton TV dalam waktu lama, mendengarkan musik tanpa fokus, atau sekadar bersantai tanpa melibatkan proses berpikir aktif. Aktivitas ini berkaitan dengan peningkatan risiko demensia.
Duduk Aktif Mental (Melindungi): Membaca buku, bekerja, mengikuti rapat, menulis, merajut, menggambar, hingga belajar keterampilan baru secara digital. Aktivitas yang melibatkan kinerja otak ini memberikan efek perlindungan pada saraf pusat.
Penurunan Risiko Demensia Hingga 11 Persen
Penelitian yang melibatkan sekitar 21 ribu orang dewasa usia 35–64 tahun selama hampir 20 tahun ini menemukan data yang mencengangkan:
Setiap tambahan satu jam aktivitas duduk yang aktif secara mental per hari dapat menurunkan risiko demensia sebesar 4 persen.
Baca Juga: 6 Laptop ACER Harga 3 Jutaan Terbaik 2026: Solusi Hemat untuk Kebutuhan Harian
Jika kebiasaan ini dilakukan secara konsisten, total risiko demensia bisa turun hingga 11 persen tanpa harus mengubah intensitas aktivitas fisik lainnya.
"Duduk dapat melemahkan atau justru memperkuat otak, tergantung bagaimana Anda menggunakannya," ujar ahli neurologi, Majid Fotuhi.
Aktivitas Sederhana untuk Merangsang Otak Saat Duduk
Agar waktu duduk Anda lebih bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang, cobalah beberapa aktivitas kreatif berikut:
Membaca buku atau artikel yang informatif.
Menulis jurnal, cerpen, atau membuat karya tulisan lainnya.
Melukis atau menggambar untuk melatih koordinasi mata dan tangan.
Baca Juga: 7 Laptop ACER Harga 4 Jutaan Terbaik Maret 2026: Performa Stabil & Fitur Lengkap
Merajut atau menjahit yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Belajar hal baru melalui kursus online atau perangkat digital.
Catatan: Menggulir (scrolling) media sosial tanpa tujuan tetap masuk dalam kategori duduk pasif dan tidak memberikan manfaat signifikan bagi fungsi kognitif.
Tetap Perlu Menyeimbangkan dengan Aktivitas Fisik
Meski aktivitas mental saat duduk sangat bermanfaat, para ahli mengingatkan bahwa ini bukan berarti Anda boleh duduk seharian tanpa bergerak. Duduk terlalu lama secara fisik tetap membawa risiko bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh, seperti penyakit jantung, stroke, hingga Alzheimer.
"Aktivitas mental tidak bisa sepenuhnya menggantikan manfaat aktivitas fisik," jelas ahli neurologi Joel Salinas. Kuncinya adalah keseimbangan antara melatih otak dan menjaga tubuh tetap aktif bergerak.
Ubah cara pandang Anda tentang waktu luang. Mengganti kebiasaan duduk pasif (menonton TV) dengan aktivitas yang merangsang otak (membaca atau merajut) adalah langkah investasi cerdas untuk menjaga fungsi kognitif di masa tua. Jangan lupa untuk tetap berdiri dan melakukan peregangan setiap 30 menit agar kesehatan tubuh tetap optimal.
Editor : Nur Wachid