Jawa Pos Radar Madiun - Pernahkah Anda merasakan sensasi ban belakang motor goyang atau oleng saat melaju?
Masalah ini bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan sinyal bahaya yang bisa meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat melakukan manuver atau berkendara di kecepatan tinggi.
Banyak pengendara yang menyangka penyebabnya hanya pada ban, padahal masalah sering kali bersembunyi pada komponen lain.
Merujuk pada panduan teknis Suzuki Indonesia, berikut adalah 6 penyebab utama ban belakang motor tiba-tiba tidak stabil:
6 Penyebab Ban Motor Belakang Goyang
1. Tekanan Angin yang Tidak Ideal
Ini adalah penyebab paling sederhana namun sering diabaikan.
Kurang angin membuat dinding ban tidak kuat menopang bobot motor, sehingga ban terasa "melipat" saat berbelok.
Terlalu keras juga mengurangi luas area kontak ban dengan aspal, membuat motor terasa membal dan goyang di jalan tidak rata.
2. Kondisi Ban Aus atau Pemasangan Tidak Presisi
Ban yang sudah melewati batas Tread Wear Indicator (TWI) atau aus tidak merata akan kehilangan keseimbangan.
Selain itu, pemasangan ban baru yang tidak pas pada bibir velg (bead) juga bisa memicu sensasi oleng meskipun kondisi ban masih baru.
Baca Juga: 5 Mobil Bensin Paling Irit di Indonesia Tahun 2026: Harga Mulai Rp 160 Jutaan!
3. Kerusakan Engine Mounting
Khusus pada motor matik, engine mounting berfungsi menghubungkan mesin dengan rangka.
Jika karet penyangga ini sudah getas atau pecah, mesin dan roda belakang tidak akan sejajar dengan rangka. Akibatnya, motor terasa lari ke samping saat Anda membuka gas.
4. Velg Bengkok atau Speleng
Menghantam lubang dengan kecepatan tinggi sering kali membuat velg penyok atau bengkok.
Velg yang tidak lagi bulat sempurna akan membuat putaran roda "oleng" ke kiri dan ke kanan, yang getarannya akan terasa hingga ke setang kemudi.
5. Bearing Roda (Laher) Mulai Aus
Bearing atau laher roda yang sudah oblak adalah penyebab klasik motor goyang.
Anda bisa mengeceknya dengan menggoyangkan roda belakang ke arah samping saat motor dalam posisi standar tengah. Jika ada celah atau bunyi "tek-tek", maka laher harus segera diganti.
6. Performa Shockbreaker Menurun
Jika salah satu shockbreaker (pada motor double shock) bocor atau lemah, daya redamnya tidak akan seimbang.
Hal ini mengakibatkan ayunan motor menjadi tidak stabil, terutama saat melewati jalanan bergelombang atau saat berboncengan.
Tips Penanganan Cepat
Selalu lakukan pengecekan dengan posisi standar tengah, putar roda dan lihat apakah putarannya lurus.
Selalu ikuti stiker informasi tekanan ban yang biasanya tertera di area lengan ayun (swing arm) atau dek motor.
Jika goyangan terasa sangat kuat di kecepatan rendah, besar kemungkinan laher roda atau engine mounting sudah rusak parah. (naz)
Editor : Mizan Ahsani