Jawa Pos Radar Madiun – Jika gaya Chokkan melambangkan kekakuan yang formal, maka bonsai Moyogi atau informal upright adalah representasi dari fleksibilitas alam.
Moyogi merupakan gaya bonsai yang paling sering dijumpai karena meniru pohon di alam liar yang tumbuh meliuk untuk mencari sinar matahari atau menghindari rintangan, namun tetap berusaha tumbuh tegak ke atas.
Gaya ini menjadi favorit banyak seniman bonsai karena memberikan ruang kreativitas yang lebih luas dan terlihat sangat natural bagi mata manusia.
Baca Juga: Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Guru Besar Unair Sebut Ini sebagai Sinyal Kuning
Ciri Khas Gaya Bonsai Moyogi
Untuk mendapatkan visual Moyogi yang proporsional, sebuah bonsai harus memiliki karakteristik berikut:
Batang Meliuk (S-Curve): Batang utama memiliki lekukan artistik yang biasanya menyerupai huruf "S". Lekukan ini harus terlihat halus dan tidak dipaksakan.
Keseimbangan Vertikal: Meski batangnya meliuk-liuk, titik puncak (apex) harus berada sejajar secara vertikal dengan pangkal batang. Hal ini penting agar pohon terlihat stabil dan tidak tampak seperti akan tumbang.
Penempatan Cabang: Dalam aturan estetika Moyogi, cabang sebaiknya tumbuh dari bagian luar lekukan (tikungan cembung). Cabang yang tumbuh di bagian dalam lekukan biasanya dipotong karena akan mengganggu alur visual batang.
Tapering yang Jelas: Sama seperti gaya formal, diameter batang harus mengecil secara bertahap dari bawah ke atas untuk menciptakan kesan pohon purba.
Nebari yang Kuat: Akar yang menonjol di permukaan tanah membantu menyeimbangkan komposisi batang yang dinamis.
Tanaman yang Cocok untuk Gaya Moyogi
Hampir semua jenis tanaman bisa dibentuk dengan gaya ini, terutama yang memiliki batang cukup lentur saat muda, seperti:
Juniper: Sangat mudah dikawat untuk menciptakan lekukan ekstrem.
Baca Juga: Mengenal Gaya Bonsai Chokkan: Keanggunan Bentuk Tegak Lurus yang Klasik
Sancang & Serut: Tanaman lokal yang responsif terhadap pengawatan dan pemangkasan.
Hokiantea: Memiliki karakter batang yang eksotis untuk liukan halus.
Maple & Beringin (Ficus): Memberikan tampilan kanopi yang rimbun di atas batang yang berliku.
Teknik Dasar Pembentukan
Proses menciptakan Moyogi membutuhkan kesabaran dan teknik yang tepat:
Wiring (Pengawatan): Menggunakan kawat tembaga atau aluminium untuk mengarahkan batang utama membentuk kurva.
Pruning (Pemangkasan): Membuang cabang yang menghalangi pandangan ke arah batang utama (trunkline).
Clip and Grow: Teknik memotong batang dan membiarkan tunas baru tumbuh ke arah yang berbeda untuk menciptakan lekukan alami tanpa kawat.
Moyogi adalah gaya yang memadukan ketidakteraturan alam dengan harmoni seni. Bonsai dengan gaya ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menceritakan perjuangan sebuah pohon untuk bertahan hidup di tengah kondisi alam yang dinamis.
Editor : Nur Wachid