Jawa Pos Radar Madiun - Tinggi badan anak tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik atau keturunan. Dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, menegaskan bahwa banyak faktor lain yang berperan dalam menentukan pertumbuhan tinggi badan anak.
Dalam webinar “Mengenal dan Memahami Kurva Pertumbuhan pada Anak”, Jose menjelaskan bahwa nutrisi, kualitas tidur, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan memiliki pengaruh besar terhadap tinggi badan anak.
“Bukan berarti kalau bapak ibunya pendek, anaknya akan pendek. Banyak faktor lain seperti makanan, kesehatan, vaksinasi, dan lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Bahaya Gorengan untuk Anak, Bisa Picu Lemak Trans dan Ganggu Tumbuh Kembang
Nutrisi Jadi Fondasi Utama
Kecukupan nutrisi menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan. Anak membutuhkan asupan kalori yang cukup, protein terutama dari sumber hewani serta kalsium dan vitamin D untuk pembentukan tulang yang optimal.
Susu menjadi salah satu sumber kalsium penting, sementara vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.
Peran Tidur dan Hormon Pertumbuhan
Selain nutrisi, kualitas tidur juga sangat penting. Hormon pertumbuhan diproduksi secara maksimal saat anak berada dalam fase tidur nyenyak (deep sleep).
“Anak butuh tidur minimal delapan jam. Saat deep sleep, hormon pertumbuhan keluar maksimal,” kata Jose.
Aktivitas Fisik Dukung Pertumbuhan
Olahraga rutin seperti berenang, berlari, atau permainan aktif lainnya dapat merangsang produksi hormon pertumbuhan. Aktivitas fisik juga membantu menjaga keseimbangan berat badan anak.
Waspadai Pola Makan Tidak Seimbang
Jose mengingatkan orang tua untuk tidak hanya fokus pada berat badan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan antara berat dan tinggi badan melalui indeks massa tubuh (IMT).
Baca Juga: Rumah Bebas Debu Tanpa Repot! Ini 7 Rekomendasi Vacuum Cleaner Terbaik 2026
Konsumsi karbohidrat berlebihan tanpa diimbangi protein dapat menyebabkan anak mengalami obesitas tanpa peningkatan tinggi badan yang optimal.
“Kalau kalorinya kebanyakan dari karbohidrat, anak bisa gemuk tapi tidak bertambah tinggi,” jelasnya.
Pantau Pertumbuhan dengan Kurva
Tinggi badan anak memang bisa diprediksi dari tinggi orang tua, tetapi hasilnya tetap dipengaruhi faktor lain selama masa pertumbuhan.
IDAI mendorong orang tua untuk rutin memantau pertumbuhan anak menggunakan kurva pertumbuhan sebagai alat ukur yang akurat.
“Anak bisa tumbuh normal dengan keseimbangan emosional, hormon, dan genetik. Orang tua berperan penting dalam hal ini,” kata Jose.
Pertumbuhan tinggi badan anak dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari nutrisi, tidur, aktivitas fisik, hingga lingkungan. Dengan pola hidup sehat dan pemantauan rutin, anak dapat mencapai potensi tinggi badan optimalnya.
Editor : Rimba Febriani