Jawa Pos Radar Madiun - Seringkali kita menyalahkan jenis makanan saat perut terasa kembung atau begah.
Padahal, pencernaan adalah sebuah proses biologis yang kompleks, bukan sekadar hasil dari apa yang masuk ke mulut.
Tanpa disadari, cara fisik kita memperlakukan makanan menjadi penentu utama apakah nutrisi terserap atau justru menjadi beban bagi tubuh.
Pencernaan yang optimal melibatkan koordinasi antara mulut, kerongkongan, hingga lambung.
Berikut adalah tiga kebiasaan fisik yang sering diabaikan namun berdampak fatal bagi kesehatan pencernaan:
1. Meremehkan Kekuatan Mengunyah
Pencernaan manusia sebenarnya tidak dimulai di lambung, melainkan di mulut. Air liur mengandung enzim yang mulai memecah makanan sejak gigitan pertama.
Ketika Anda tidak mengunyah dengan cukup, perut harus bekerja jauh lebih keras untuk menghancurkan bongkahan makanan yang kasar, yang sering kali memicu asam lambung naik.
Baca Juga: Emas Antam vs UBS vs Galeri24: Mana yang Paling Menguntungkan di Pegadaian Hari Ini?
2. Makan Terlalu Cepat
Saat Anda makan terburu-buru, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak.
Akibatnya, Anda cenderung makan berlebihan (overeating) yang membebani lambung secara mendadak sebelum sistem pencernaan sempat menyesuaikan diri.
3. Pola Makan Malam yang Larut dan Berat
Mengonsumsi makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur adalah musuh utama sistem metabolisme.
Saat tidur, proses pencernaan melambat.
Makanan yang belum terolah sempurna akan mengendap lebih lama di lambung, menyebabkan sensasi kembung dan begah saat terbangun di pagi hari. (naz)
Editor : Mizan Ahsani