Self Reward setelah Lelah! Mengenal Tren Healing lewat Makanan di Kalangan Gen Z

Alfiah Sidiq • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 10:09 WIB
Kaula muda yang sedang nongkrong.
Kaula muda yang sedang nongkrong.

Jawa Pos Radar Madiun - Bagi Generasi Z, istilah healing kini tidak selalu identik dengan liburan mewah ke luar kota.

Muncul tren baru yang lebih sederhana dan terjangkau, yaitu "healing lewat makanan". 

Fenomena ini menempatkan aktivitas makan bukan lagi sekadar pemuas lapar, melainkan bentuk apresiasi diri (self-reward) setelah menjalani rutinitas yang padat dan penuh tekanan.

Berbagai hidangan mulai dari dessert manis, es krim, hingga kopi susu kekinian menjadi buruan utama saat suasana hati sedang turun.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Ritual: Membedah Filosofi Mendalam di Balik Tradisi Dipingit

Rasa yang lezat dan suasana tempat makan yang nyaman dinilai mampu memberikan efek "pelarian" sesaat dari stres harian. 

Bagi sebagian orang, semangkuk mi instan hangat atau makanan rumahan yang familiar sudah cukup untuk memberikan rasa nyaman dan mengembalikan semangat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, makanan menjadi medium sederhana untuk mencari kenyamanan.

Dengan porsi yang tepat, healing melalui makanan bisa menjadi cara efektif bagi anak muda untuk menjaga keseimbangan kesehatan mental mereka secara praktis. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
stres Gen Z makanan healing