Jawa Pos Radar Madiun - Pernahkah Anda merasa lebih tenang setelah mengonsumsi cokelat atau makanan kaya karbohidrat saat sedang stres?
Secara ilmiah, fenomena yang sering disebut "healing lewat makanan" ini memiliki penjelasan medis yang berkaitan dengan reaksi kimia di dalam otak manusia.
Konsumsi makanan tertentu, terutama yang mengandung gula dan karbohidrat kompleks, dapat memicu pelepasan hormon serotonin.
Hormon ini bertanggung jawab dalam mengatur suasana hati, memberikan rasa tenang, dan memicu perasaan bahagia.
Inilah alasan mengapa makanan tertentu sering disebut sebagai comfort food.
Namun, para ahli kesehatan memberikan catatan penting agar kebiasaan ini tidak menjadi bumerang:
Baca Juga: Self Reward setelah Lelah! Mengenal Tren Healing lewat Makanan di Kalangan Gen Z
1. Risiko Emotional Eating
Jika dilakukan tanpa kendali, kebiasaan ini bisa berubah menjadi gangguan pola makan emosional yang memicu obesitas.
2. Keseimbangan Aktivitas
Ketergantungan pada makanan sebagai pelarian stres dinilai kurang efektif dalam jangka panjang.
3. Alternatif Lain
Masyarakat disarankan tetap menyeimbangkan pengelolaan stres dengan aktivitas fisik seperti olahraga atau hobi lain guna menjaga stabilitas hormon secara alami.
Kuncinya adalah mengenali batasan. Menikmati makanan favorit untuk memperbaiki mood diperbolehkan, asalkan tetap memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan emosional dan kesehatan fisik jangka panjang. (afi)
Editor : Mizan Ahsani