Jawa Pos Radar Madiun – Di antara deretan Vespa klasik, ada satu nama yang selalu muncul saat bicara soal sejarah: Vespa VL.
Bukan model yang paling sering terlihat di jalan, justru itu yang membuatnya spesial.
VL bukan hanya soal usia, tapi tentang posisi pentingnya dalam evolusi Vespa di era awal.
Proporsi Aneh yang Justru Ikonik
Di Italia, VL dijuluki “Struzzo” alias burung unta. Bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Stang, Ini Rahasia Karakter Vespa dari Bulat Klasik hingga Modern
Bagian depan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya membuat siluetnya terlihat “janggal”, tapi justru di situlah daya tariknya.
Ramping, sederhana, tapi punya karakter kuat yang langsung dikenali.
150cc 2-Tak dengan Rasa Klasik
Di balik bodinya, Vespa VL dibekali mesin 150cc 2-tak—angka yang pada masanya sudah tergolong bertenaga.
Perpindahan gigi masih menggunakan handle di stang. Buat sebagian orang, ini ribet. Tapi bagi kolektor, justru di situlah “rasa” berkendaranya hidup.
Unit Sedikit, Permintaan Tinggi
Di Indonesia, jumlah Vespa VL tidak banyak. Sebagian besar datang dari impor lama atau koleksi pribadi yang jarang dilepas.
Akibatnya, harga terus merangkak naik—terutama untuk unit yang masih orisinal atau direstorasi dengan detail.
Perawatan Susah
Memiliki Vespa VL bukan sekadar beli lalu pakai. Spare part tidak selalu tersedia, proses restorasi bisa memakan waktu lama, dan butuh ketelatenan ekstra.
Namun bagi penggemarnya, semua itu bukan beban—melainkan bagian dari perjalanan.
Editor : Andi Chorniawan