Jawa Pos Radar Madiun – Banyak pemilik kendaraan mengira bahwa motor yang jarang digunakan akan jauh lebih awet karena kilometernya yang rendah. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Motor yang terlalu lama didiamkan tanpa perawatan khusus justru berisiko mengalami kerusakan pada berbagai komponen vitalnya.
Tanpa sirkulasi oli dan pengisian daya yang rutin, mesin dan kelistrikan motor bisa mengalami degradasi. Mulai dari aki yang tiba-tiba soak hingga endapan bahan bakar di dalam tangki menjadi masalah klasik yang sering menghantui motor yang "menganggur". Oleh karena itu, meskipun jarang digunakan, motor tetap membutuhkan perhatian khusus agar tetap dalam kondisi prima saat hendak digunakan kembali.
Masalah yang Sering Terjadi pada Motor yang Jarang Dipakai
Berikut adalah beberapa masalah umum yang timbul akibat motor yang lama didiamkan:
Aki Menjadi Lemah atau Soak: Aki tidak mendapatkan pengisian daya dari alternator karena mesin tidak berputar, sehingga daya listriknya perlahan habis.
Bahan Bakar Mengendap: Bahan bakar yang tersimpan terlalu lama di dalam tangki dapat mengalami penurunan kualitas, basi, atau menimbulkan endapan yang menyumbat sistem injeksi/karburator.
Baca Juga: Persiapan Haji Magetan 2026 Capai 90 Persen, CJH Berangkat 26 April
Oli Mengendap dan Mengental: Tanpa sirkulasi, oli akan mengendap di dasar mesin dan kualitas pelumasannya bisa menurun akibat oksidasi.
Ban Kempes dan Perubahan Struktur: Tekanan angin berkurang secara alami. Jika dibiarkan kempes dalam posisi menumpu beban motor, struktur dinding ban bisa retak atau berubah bentuk.
Karat pada Komponen: Kelembapan udara saat penyimpanan dapat memicu karat pada bagian logam yang tidak terlumasi.
Cara Merawat Motor yang Jarang Dipakai
Agar motor Anda tetap siap tempur kapan saja, lakukan langkah-langkah perawatan penting berikut:
1. Panaskan Motor Secara Rutin
Lakukan pemanasan mesin minimal 2–3 kali seminggu selama 5–10 menit. Langkah ini krusial untuk menjaga sirkulasi oli ke seluruh bagian mesin dan mengisi ulang daya aki yang hilang.
2. Gunakan Motor Sesekali
Jangan hanya dipanaskan di tempat. Usahakan untuk mengendarai motor berkeliling komplek sejenak. Hal ini berguna agar ban berputar, komponen transmisi bergerak, dan sistem pengereman tidak macet.
Baca Juga: Aki Motor Cepat Soak? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari dan Cara Mengatasinya
3. Gunakan Standar Tengah (Main Stand)
Menyimpan motor dalam waktu lama sangat disarankan menggunakan standar tengah. Hal ini bertujuan agar beban motor tidak tertumpu sepenuhnya pada satu sisi ban dan menjaga sokbreker tetap dalam posisi netral.
4. Jaga Tekanan Ban dan Kebersihan
Periksa tekanan ban secara berkala dan isi angin jika mulai berkurang. Selain itu, bersihkan motor sebelum disimpan dan gunakan cover motor untuk menghindari debu serta kotoran binatang yang bisa merusak kabel-kabel kelistrikan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Membiarkan Motor Berbulan-bulan Tanpa Dipanaskan: Ini adalah cara tercepat merusak aki dan membuat mesin sulit hidup.
Menyimpan di Tempat Lembap: Lokasi yang lembap mempercepat timbulnya jamur pada jok dan karat pada rangka.
Mengabaikan Jadwal Ganti Oli: Meskipun motor tidak jalan, oli memiliki masa kedaluwarsa akibat oksidasi. Tetap lakukan penggantian oli secara berkala sesuai waktu (bulan), bukan kilometer.
Motor yang jarang dipakai justru membutuhkan perhatian yang lebih detail dibandingkan motor harian. Tanpa perawatan, komponen-komponen pasif di dalamnya bisa rusak dengan sendirinya. Dengan konsisten memanaskan mesin dan menjaga kondisi kelistrikan, motor Anda akan selalu dalam kondisi prima kapan pun dibutuhkan untuk menunjang aktivitas Anda.
Editor : Nur Wachid