Jawa Pos Radar Madiun - Tangisan keras, teriakan, hingga aksi berguling di lantai sering kali membuat orang tua kewalahan.
Namun, tahukah Anda bahwa kondisi yang dikenal sebagai tantrum ini sebenarnya adalah bagian normal dari proses tumbuh kembang anak?
Secara psikologis, tantrum adalah ledakan emosi yang terjadi ketika anak belum mampu mengungkapkan perasaannya secara verbal.
Rasa marah, kecewa, lelah, atau lapar memicu reaksi berlebihan karena sistem saraf anak belum cukup matang untuk mengontrol emosi.
Baca Juga: ASUS Vivobook Go 14 2026 Resmi Jadi Favorit Baru, Tipis, Ringan, dan Kencang
Pemicu Utama Tantrum
Pakar tumbuh kembang menjelaskan bahwa tantrum paling sering terjadi pada usia 1 hingga 4 tahun.
Pada fase ini, terdapat ketidakseimbangan yang nyata.
Ada hasrat besar di diri anak. Rasa ingin tahu dan keinginan anak sedang tumbuh pesat.
Namun di sisi lain, kemampuan bahasa mereka belum cukup untuk menjelaskan keinginan yang kompleks.
Ketidakseimbangan inilah yang memicu frustrasi hebat.
Jadi, penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa tantrum bukan berarti anak nakal atau tidak bisa diatur, melainkan sebuah bentuk komunikasi yang sedang mereka pelajari untuk ditingkatkan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani