Jawa Pos Radar Madiun - Kabar kurang menyenangkan bagi para pemburu gadget murah di tahun 2026.
Alih-alih mendapatkan teknologi yang lebih canggih dengan harga yang sama, konsumen justru dihadapkan pada fenomena unik.
Harga smartphone cenderung naik, namun spesifikasi yang ditawarkan justru mengalami penurunan (downgrade).
Penyebab utama dari tren ini adalah "Krisis Memori Global".
Baca Juga: Layar IPS vs OLED: Mengapa Industri Ponsel 2026 Beralih ke Panel tanpa Backlight?
Produsen chip memori raksasa seperti Samsung dan SK Hynix kini lebih memprioritaskan lini produksi mereka untuk kebutuhan server AI (Artificial Intelligence) yang permintaannya meledak di seluruh dunia.
Dampak pada Biaya Produksi Akibat pergeseran prioritas produksi tersebut, stok RAM dan penyimpanan (NAND Flash) untuk perangkat ponsel menjadi sangat langka di pasar.
Laporan terbaru menunjukkan harga modul RAM melonjak tajam hingga 90% di awal tahun ini.
Kondisi ini menjepit para vendor ponsel; mereka harus memilih antara menaikkan harga jual secara drastis atau memangkas fitur demi menjaga harga tetap kompetitif di mata konsumen. (naz)
Editor : Mizan Ahsani