Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Alasan Co-Parenting Setelah Perceraian Sering Gagal dan Cara Mengatasinya dengan Bijak

Mimien Samini • Minggu, 19 April 2026 | 09:54 WIB
Co-Parenting
Co-Parenting

Jawa Pos Radar Madiun- Menjalani pola asuh bersama setelah perceraian bukan perkara mudah. Di awal, banyak pasangan terlihat mampu bekerja sama dengan baik demi anak. Namun seiring waktu, konflik lama kerap muncul kembali dan membuat hubungan co-parenting menjadi tidak sehat.

Fenomena ini cukup umum terjadi, terutama ketika komunikasi dan emosi belum sepenuhnya stabil.

Apa Itu Co-Parenting?

Co-Parenting adalah pola pengasuhan anak yang dilakukan oleh kedua orang tua meskipun mereka sudah tidak lagi hidup bersama. Tujuan utamanya adalah memastikan anak tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua belah pihak.

Baca Juga: Dramatis! Bhayangkara Presisi Lampung FC Tundukkan PSIM Yogyakarta 2-1, Moussa Sidibe Kembali Jadi Pahlawan Kemenangan The Guardian

Namun dalam praktiknya, menjaga keseimbangan ini sering kali menjadi tantangan besar.

Penyebab Co-Parenting Sering Gagal

Ada beberapa faktor yang membuat hubungan co-parenting tidak berjalan lancar:

1. Konflik Lama yang Belum Selesai

Perceraian tidak selalu mengakhiri masalah. Luka emosional yang belum sembuh bisa memicu pertengkaran baru saat berinteraksi kembali.

2. Komunikasi yang Buruk

Kurangnya komunikasi yang sehat membuat kesalahpahaman mudah terjadi, terutama dalam hal pengambilan keputusan terkait anak.

3. Ego dan Perbedaan Prinsip

Perbedaan cara mendidik anak sering menimbulkan perdebatan. Jika masing-masing pihak mempertahankan ego, kerja sama akan sulit terwujud.

4. Campur Tangan Pihak Ketiga

Kehadiran pasangan baru atau keluarga besar kadang memperkeruh situasi, terutama jika tidak ada batasan yang jelas.

5. Kurangnya Komitmen

Co-parenting membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi. Jika salah satu pihak tidak serius, hubungan ini mudah goyah.

Baca Juga: Xiaomi 17 Max Resmi Hadir, Phablet Layar 6,9 Inci dengan Kamera 200MP Canggih

Dampak pada Anak

Kegagalan Co-Parenting bisa berdampak langsung pada kondisi psikologis anak. Mereka bisa merasa bingung, tertekan, bahkan kehilangan rasa aman.

Anak membutuhkan stabilitas emosional, sehingga konflik antara orang tua dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.

Cara Menjaga Co-Parenting Tetap Sehat

Agar hubungan tetap berjalan baik, beberapa langkah berikut bisa diterapkan:

Fokus pada kebutuhan anak, bukan konflik pribadi

Bangun komunikasi yang terbuka dan sopan

Buat kesepakatan yang jelas terkait pengasuhan

Kendalikan emosi saat berinteraksi

Hindari melibatkan anak dalam konflik

Dengan pendekatan yang tepat, kerja sama tetap bisa berjalan meskipun hubungan sebagai pasangan telah berakhir.

Co-parenting setelah perceraian memang penuh tantangan, terutama jika konflik lama belum terselesaikan. Namun dengan komunikasi yang baik, komitmen, dan fokus pada kepentingan anak, hubungan ini tetap bisa dijalankan secara sehat dan harmonis.

 
 
Editor : Mimien Samini
#Co-Parenting #perceraian #parenting #pendidikan anak