Jawa Pos Radar Madiun - Dalam banyak keluarga, peran asuh anak sering kali lebih identik dengan ibu.
Padahal, kehadiran ayah dalam kehidupan balita memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional dan karakter anak.
Ayah bukan sekadar pencari nafkah. Interaksi sederhana seperti bermain, mengajak berbicara, hingga menemani aktivitas harian memberikan dampak signifikan bagi tumbuh kembang balita.
Penelitian menunjukkan, anak yang memiliki kedekatan dengan ayah cenderung lebih percaya diri dan berani mencoba hal baru.
Sosok ayah juga membantu anak mengenal konsep disiplin dan batasan dengan cara yang berbeda dari ibu.
Baca Juga: Pola Asuh Balita tanpa Bentakan, Kunci Karakter Anak
Balita membutuhkan figur ayah sebagai penyeimbang dalam pola asuh.
Jika ibu cenderung memberikan kehangatan emosional, ayah sering kali berperan dalam mendorong keberanian dan eksplorasi.
Sayangnya, masih banyak ayah yang merasa cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi.
Padahal, kehadiran secara fisik dan emosional jauh lebih penting.
Seorang ayah harus melibatkan diri dalam aktivitas sederhana seperti membacakan cerita hingga bermain bersama.
Sekadar mendengarkan ocehan anak juga sudah menjadi kontribusi besar dalam perkembangan mereka.
Peran ayah yang aktif sejak usia balita akan membentuk fondasi kuat bagi karakter anak di masa depan.
Anak tumbuh tidak hanya dengan rasa aman, tetapi juga dengan kepercayaan diri yang lebih baik. (den)
Editor : Deni Kurniawan