Jawa Pos Radar Madiun - Kebiasaan mengisap dot sering menjadi solusi praktis bagi orang tua untuk menenangkan bayi yang sedang rewel.
Namun penggunaan dot yang terlalu lama ternyata bisa menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi tumbuh kembang anak.
Para ahli kesehatan anak merekomendasikan agar penggunaan dot mulai dikurangi saat bayi memasuki usia 6 bulan hingga 1 tahun.
Pada rentang usia tersebut bayi biasanya sudah mulai belajar mengelola emosi dan menemukan cara lain untuk merasa nyaman.
Batas maksimal penggunaan dot sangat disarankan untuk tidak melewati usia anak mencapai 2 tahun.
Penggunaan dot yang terlalu lama berisiko besar memengaruhi pertumbuhan gigi serta struktur rahang anak di masa depan.
Baca Juga: Risiko Kesehatan di Balik Kelezatan Oyster Mentah yang Perlu Diwaspadai, Awas Bisa Fatal Akibatnya
Selain masalah gigi kebiasaan ini juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan bicara jika terus berlanjut hingga usia balita.
Proses melepas dot perlu dilakukan secara bertahap agar anak tidak merasa kehilangan kenyamanan secara tiba-tiba.
Orang tua dapat memulai langkah ini dengan membatasi penggunaan dot hanya pada waktu tertentu seperti saat akan tidur saja.
Dot kemudian bisa digantikan dengan metode lain seperti membacakan cerita atau memberikan pelukan hangat kepada sang buah hati.
Pendekatan yang konsisten dan penuh kesabaran menjadi kunci keberhasilan dalam membantu anak lepas dari kebiasaan mengisap dot.
Langkah yang tepat ini tidak hanya menjaga kesehatan gigi tetapi juga melatih kemandirian anak sejak dini. (naz)
Editor : Mizan Ahsani