Jawa Pos Radar Madiun - Psikolog anak Alva Paramitha, S.Psi., Psikolog, BFRP menyampaikan bahwa aktivitas kreatif seperti menggambar hingga bermusik bisa menjadi pilihan utama untuk mengurangi waktu layar anak.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang ekspresi agar anak beralih dari pola konsumsi pasif seperti melakukan scroll tanpa henti di media sosial.
Alva juga menyarankan aktivitas fisik seperti bela diri atau kegiatan luar ruang untuk membantu anak menyalurkan energi sekaligus meningkatkan kemampuan mengatur emosi.
Selain itu aktivitas reflektif seperti menulis jurnal dapat dijadikan pilihan untuk membantu anak dalam mengenali serta mengelola perasaan mereka sendiri.
Baca Juga: Ingin Batasi Gadget Anak? Guru Besar Psikologi UI Beri Saran Kegiatan Kreatif
Remaja juga didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial langsung seperti klub sekolah atau komunitas sukarelawan untuk melatih kepercayaan diri mereka.
"Remaja butuh ruang untuk merasa mampu dan diterima. Itu bisa didapatkan dari kegiatan nyata, bukan hanya dari jumlah likes," kata Alva.
Interaksi sosial secara langsung dinilai jauh lebih efektif untuk membangun kemampuan berkomunikasi dibandingkan hanya mengandalkan interaksi di dunia maya.
Dengan keterlibatan aktif keluarga proses pembatasan gawai ini dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan diri serta pembelajaran bagi anak dan remaja. (naz)
Editor : Mizan Ahsani