Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Suka Bikin Rempeyek Laron? Ini Penjelasan Medis Mengenai Keamanan dan Gizinya

Bagas Bimantara • Sabtu, 25 April 2026 | 10:18 WIB
Laron.
Laron.

Jawa Pos Radar Madiun – Saat musim hujan tiba, kedatangan laron yang mengerumuni cahaya lampu sering kali dianggap sebagai gangguan. Namun, bagi sebagian masyarakat di pedesaan, fenomena ini justru menjadi momen "panen" protein gratis. Laron yang merupakan rayap dewasa bersayap ini sering diolah menjadi rempeyek atau tumisan yang gurih.

Meski terlihat ekstrem bagi sebagian orang, mengonsumsi serangga (entomofagi) adalah praktik yang sudah lama ada. Di tahun 2026, tren protein alternatif mulai melirik serangga sebagai sumber gizi masa depan. Namun, pertanyaannya: apakah laron benar-benar aman bagi kesehatan kita?

1. Gudang Protein di Balik Sayap Tipis

Secara nutrisi, laron bukanlah makanan sembarangan. Serangga ini memiliki profil gizi yang cukup mengesankan:

Baca Juga: Waspadai Risiko Kesehatan: Mengapa Konsumsi Daging Biawak Tidak Direkomendasikan?

Sumber Protein Tinggi: Laron mengandung protein hewani yang kompetitif dengan daging sapi atau ayam, menjadikannya alternatif sumber energi yang murah.

Kaya Lemak Sehat dan Mineral: Selain protein, tubuh laron mengandung asam lemak esensial dan mineral mikro yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh.

2. Panduan Mengolah Laron secara Aman

Kebersihan dan teknik memasak adalah kunci utama agar laron tidak menjadi sumber penyakit:

Tahap Pembersihan: Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membuang sayapnya. Selain agar lebih higienis, sayap laron tidak memiliki nilai rasa dan bisa mengganggu kenyamanan saat dikunyah.

Masak Hingga Matang Sempurna: Sangat dilarang mengonsumsi laron dalam keadaan mentah. Laron harus digoreng, disangrai, atau ditumis hingga benar-benar matang untuk mematikan bakteri atau mikroorganisme yang mungkin menempel selama laron merayap di tanah.

3. Risiko yang Wajib Diwaspadai

Meskipun bergizi, mengonsumsi laron tidak selalu cocok bagi semua orang. Berikut adalah beberapa risiko yang mengintai:

Baca Juga: Aman atau Tidak Makan Daging Kuda? Ini Penjelasan Medis dan Hukum Islam

Reaksi Alergi (Eksim dan Sesak Napas)

Ini adalah risiko yang paling umum. Seperti halnya udang atau belalang, laron mengandung protein yang dapat memicu alergi bagi orang-orang tertentu. Gejalanya bisa berupa gatal-gatal di kulit, kemerahan, hingga sesak napas dalam kasus yang ekstrem.

Gangguan Pencernaan

Jika proses pembersihan atau pemasakannya tidak tepat, laron dapat memicu infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan mual, muntah, atau diare. Pastikan laron yang ditangkap berasal dari lingkungan yang bersih, bukan dari area yang terpapar pestisida atau limbah kimia.

4. Tinjauan Budaya dan Agama

Di Indonesia, laron telah lama diterima sebagai makanan tradisional di daerah tertentu (seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta). Secara agama, mayoritas ulama menyatakan bahwa serangga seperti laron atau belalang diperbolehkan untuk dikonsumsi selama tidak membahayakan bagi orang yang memakannya.

Rempeyek laron adalah camilan tradisional yang tidak hanya nikmat, tetapi juga padat nutrisi. Selama Anda memastikan laron diolah dengan sangat bersih, dimasak hingga matang, dan tidak memiliki riwayat alergi protein serangga, laron aman untuk dikonsumsi. Jadi, jangan ragu untuk menikmati kelezatan "anugerah musim hujan" ini dengan bijak! 

Editor : Nur Wachid
#makan laron #rempeyek laron #manfaat laron #bahaya laron mentah #cara mengolah laron