Jawa Pos Radar Madiun - Kasus penggerebekan Daycare Little Aresha di Yogyakarta pada 24 April 2026 menjadi tamparan keras bagi sistem perlindungan anak di Indonesia.
Kasus ini membuktikan bahwa tempat penitipan anak ilegal bisa menjadi sarang kekerasan dan penelantaran jika tidak diawasi dengan ketat.
Menanggapi fenomena tersebut, psikolog klinis Rumah Sakit Jiwa Aceh sekaligus Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh, Devi Yanti, M. Psi., Psikolog, menekankan pentingnya orang tua melakukan kurasi ketat sebelum memilih daycare.
Berikut adalah panduan penting agar anak mendapatkan pengasuhan yang layak dan aman:
1. Verifikasi Legalitas dan Izin Operasi
Syarat pertama yang tidak bisa ditawar adalah aspek hukum. Pastikan tempat penitipan anak sudah terdaftar secara resmi dan memiliki izin operasional dari dinas terkait.
Lembaga yang legal biasanya lebih mudah dipantau oleh otoritas berwenang.
2. Transparansi Pelayanan dan CCTV
Daycare yang kredibel tidak akan menutup diri.
"Daycare yang baik tidak akan keberatan jika orang tua datang sewaktu-waktu atau memiliki akses CCTV yang dapat dipantau langsung oleh orang tua," ujar Devi kepada ANTARA, Senin (27/4).
3. Telusuri Rekam Jejak Digital
Gunakan teknologi untuk mengecek ulasan layanan di Google Maps atau platform media sosial.
Informasi dari orang tua lain yang sudah berpengalaman menggunakan jasa tersebut bisa menjadi referensi yang sangat berharga.
Baca Juga: Apple Turunkan Spesifikasi iPhone 18, Kualitas Layar dan Chipset Disebut Bakal Terdampak
4. Perhatikan Rasio Pengasuh vs Anak
Rasio yang tidak seimbang sering kali memicu penelantaran. Devi menyarankan agar satu pengasuh tidak memegang lebih dari:
-
3-4 bayi sekaligus.
-
5-6 balita sekaligus. Rasio yang ideal menjamin setiap anak mendapatkan perhatian fisik dan emosional yang memadai.
5. Kunjungi Lokasi secara Langsung
Jangan hanya percaya pada brosur.
Orang tua wajib melihat langsung fasilitas yang disediakan, mengecek kebersihan ruangan, sirkulasi udara, hingga kapasitas ruangan untuk memastikan lingkungan tersebut sehat bagi tumbuh kembang anak.
6. Waspadai Perubahan Perilaku Anak
Setelah memilih layanan, pengawasan tetap harus berlanjut di rumah. Orang tua harus sangat peka terhadap perubahan perilaku anak saat dijemput.
"Perhatikan apakah anak terlihat cemas, ketakutan, atau secara konsisten menolak pergi ke daycare. Ini bisa menjadi indikasi adanya sesuatu yang salah di sana," jelas Devi.
7. Momentum Pembenahan Sistem
Devi menegaskan bahwa kasus di Yogyakarta adalah peringatan keras bagi pemerintah dan pemangku kepentingan.
Pemerintah dituntut untuk segera membenahi sistem perizinan dan pengawasan lembaga pengasuhan anak di Indonesia secara menyeluruh. (naz)
Editor : Mizan Ahsani