Jawa Pos Radar Madiun - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyoroti dampak penggunaan media digital terhadap kesehatan mental dan sosial anak.
Pembatasan akses media sosial dalam PP Tunas dinilai dapat membantu mengurangi risiko gangguan perkembangan sosial pada anak.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan bahwa anak yang terlalu sering terpapar dunia digital berpotensi mengalami penurunan kemampuan bersosialisasi.
“Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan, padahal aspek tumbuh kembang sosial ini juga sangat penting, membentuk anak itu empati pada lingkungannya, bisa saling berbagi, itu kan susah kalau anak itu hanya terpaku pada dunia digital,” tutur Piprim.
Ia menekankan bahwa interaksi sosial di dunia nyata sangat penting untuk membentuk empati dan kemampuan berbagi pada anak.
Baca Juga: Pembatasan Media Sosial Anak Dinilai Bantu Kesehatan Fisik, Ini Penjelasan IDAI
Risiko Gangguan Sosial akibat Dunia Digital
Ketergantungan pada perangkat digital membuat anak cenderung kurang berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Hal ini dapat berdampak pada perkembangan emosional dan kemampuan sosial mereka.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi cara anak membangun hubungan sosial yang sehat di masa depan. IDAI menilai PP Tunas dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut dan mendorong anak kembali aktif dalam interaksi sosial langsung. (naz)
Editor : Mizan Ahsani