Jawa Pos Radar Madiun – Entah saat menempuh perjalanan jauh di pesawat, kereta api, atau sekadar ketiduran di kursi kerja, tidur sambil duduk sering kali menjadi pilihan darurat. Banyak yang khawatir posisi ini berbahaya bagi kesehatan, sementara yang lain merasa baik-baik saja.
Sebenarnya, apakah tidur sambil duduk itu aman? Jawabannya: tergantung durasi dan kondisinya. Selama dilakukan dalam waktu singkat, posisi ini tergolong aman. Namun, ada beberapa risiko yang mengintai jika posisi ini menjadi kebiasaan atau dilakukan dalam waktu yang terlalu lama.
Mitos dan Fakta Tidur Sambil Duduk
Agar tidak salah kaprah, mari kita bedah satu per satu dampak fisik dari posisi tidur yang sering kita lakukan saat traveling ini:
Baca Juga: Tidur dengan Tangan di Atas Kepala: Nyaman, Tapi Ada Risikonya? Simak Penjelasannya!
1. Aman untuk Istirahat Singkat (Power Nap)
Secara medis, tidur duduk tidak berbahaya jika hanya dilakukan sebentar, misalnya 15–30 menit. Posisi ini cukup efektif untuk memulihkan energi sejenak (istirahat singkat) saat Anda berada di ruang tunggu atau kendaraan tanpa menyebabkan gangguan permanen pada postur tubuh.
2. Risiko Ketegangan Otot (Pegal dan Kaku)
Masalah utama dari tidur duduk adalah gravitasi. Tanpa sandaran yang rata, kepala cenderung terkulai ke depan atau samping.
Dampaknya: Otot leher dan punggung bekerja lebih keras untuk menahan posisi tubuh yang tidak stabil. Inilah alasan mengapa Anda sering terbangun dengan leher kaku atau punggung yang terasa "terkunci".
3. Risiko Gangguan Sirkulasi Darah (DVT)
Duduk diam dalam waktu yang sangat lama—terutama jika kaki menekuk—dapat menghambat aliran darah kembali ke jantung.
Risiko Serius: Dalam kasus ekstrem (seperti penerbangan belasan jam), posisi ini bisa meningkatkan risiko Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah di pembuluh darah dalam kaki. Meski jarang terjadi pada orang sehat, kewaspadaan tetap diperlukan.
4. Justru Bermanfaat bagi Penderita GERD
Menariknya, posisi tidur setengah duduk (kepala dan dada lebih tinggi) justru sering direkomendasikan bagi penderita asam lambung atau GERD.
Manfaatnya: Gaya gravitasi membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga penderita bisa tidur lebih tenang tanpa rasa terbakar di dada (heartburn).
Tips Agar Tidur Duduk Tetap Nyaman dan Aman
Jika kondisi mengharuskan Anda untuk tidur dalam posisi duduk, lakukan langkah-langkah ergonomis berikut untuk mengurangi risiko cidera:
Gunakan Bantal Leher: Gunakan bantal leher berbentuk U untuk menyangga kepala agar tidak terkulai secara ekstrem ke samping atau depan.
Cari Sandaran Punggung yang Pas: Pastikan seluruh punggung menempel pada sandaran kursi. Jika ada celah di pinggang, selipkan jaket atau bantal kecil.
Sedikit Miringkan Kursi: Jika memungkinkan, miringkan sandaran kursi sekitar 40°–60° untuk mengurangi beban pada tulang belakang.
Peregangan Setelah Bangun: Segera lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, dan kaki setelah Anda bangun untuk melancarkan kembali sirkulasi darah.
Tidur sambil duduk bukanlah hal yang perlu ditakuti jika dilakukan sesekali. Namun, untuk kualitas pemulihan sel tubuh yang optimal, posisi berbaring tetap tidak tergantikan. Gunakan posisi duduk hanya saat darurat atau perjalanan, dan pastikan Anda tetap memperhatikan kenyamanan ergonomis tubuh agar tidak bangun dengan rasa nyeri.
Editor : Nur Wachid