Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Menanam Uang Logam di Pondasi Rumah Bawa Rezeki? Ini Asal-Usul Mitos "Duit Kricik"

Bagas Bimantara • Kamis, 30 April 2026 | 06:22 WIB
Mitos bangun rumah.
Mitos bangun rumah.

Jawa Pos Radar Madiun – Pernahkah Anda melihat seseorang melemparkan beberapa keping uang logam ke dalam galian pondasi saat sebuah rumah mulai dibangun? Di beberapa wilayah di Indonesia, kebiasaan menanam "duit kricik" atau koin ini masih bertahan hingga tahun 2026.

Banyak yang percaya bahwa kepingan logam ini adalah "pemancing" rezeki agar penghuninya selalu hidup mapan dan tidak kekurangan. Namun, apakah ini murni ritual mistis, ataukah sekadar simbol harapan? Mari kita telusuri fakta dan asal-usul di balik tradisi unik ini.

1. Warisan Tradisi Nenek Moyang

Tradisi menanam uang logam, khususnya di tanah Jawa, merupakan bagian dari rangkaian adat membangun rumah yang sudah ada sejak zaman dulu.

Baca Juga: Apa Saja yang Harus Diperhatikan Sebelum Bangun Rumah? Jangan Sampai Salah Langkah!

Simbol Pondasi Ekonomi: Sebagaimana pondasi beton menahan beban bangunan, uang logam ditanam sebagai simbol doa agar pondasi ekonomi keluarga tersebut juga kuat dan stabil.

Warisan Budaya: Kebanyakan orang melakukannya bukan karena kepercayaan mistis yang ekstrem, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nasihat leluhur agar proses pembangunan terasa "lengkap".

2. Mengapa Harus Uang Logam?

Uang logam dipilih karena materialnya yang tahan lama (tidak hancur termakan usia di dalam tanah) dan suaranya yang khas—sering disebut "duit kricik".

Lambang Kemakmuran: Logam mulia atau koin secara universal melambangkan kekayaan yang terus mengalir.

Magnet Rezeki: Ada kepercayaan bahwa menanam koin di empat sudut pondasi rumah akan mengikat rezeki dari segala penjuru mata angin agar tetap berada di dalam rumah tersebut.

3. Dilakukan pada Tahap Kritis Pembangunan

Biasanya, ritual kecil ini tidak dilakukan sembarangan. Ada dua momen utama:

Peletakan Batu Pertama: Saat galian pondasi mulai diisi, koin dimasukkan sebagai doa awal kehidupan.

Pemasangan Kayu Blandar (Atap): Selain di pondasi, terkadang koin juga dibungkus kain dan diletakkan di bagian atas atap sebagai simbol rezeki yang menaungi keluarga.

Baca Juga: Apa Saja yang Harus Diperhatikan Sebelum Bangun Rumah? Jangan Sampai Salah Langkah!

4. Fakta Konstruksi: Kekuatan Bangunan vs Koin

Secara teknis arsitektur, menanam uang logam tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap kekuatan bangunan.

Fokus Utama: Kekuatan rumah Anda tetap bergantung pada komposisi beton, kedalaman pondasi, dan kualitas besi tulangan. Menanam ribuan koin sekalipun tidak akan menyelamatkan bangunan jika konstruksinya dikerjakan secara asal-asalan.

5. Rezeki Datang dari Usaha, Bukan Benda

Penting untuk diingat bahwa kelancaran ekonomi penghuni rumah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang nyata:

Produktivitas: Seberapa giat penghuni bekerja.

Manajemen Keuangan: Bagaimana cara mengatur pengeluaran rumah tangga.

Kenyamanan Rumah: Rumah yang nyaman meningkatkan kesehatan mental, yang secara tidak langsung membuat penghuninya lebih fokus mencari nafkah.

6. Pergeseran di Era Modern

Di tahun 2026 ini, tradisi menanam koin mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Banyak yang menggantinya dengan cara-cara yang lebih fungsional dan spiritual:

Syukuran/Selamatan: Berbagi makanan kepada tetangga atau tukang bangunan.

Sedekah: Memberikan bantuan kepada yatim piatu sebagai bentuk syukur atas dimulainya pembangunan rumah.

Doa Bersama: Memohon keselamatan langsung kepada Tuhan Yang Maha Esa tanpa perantara benda.

Mitos menanam uang logam di pondasi rumah adalah warisan budaya yang sarat akan makna simbolis dan harapan baik. Tidak ada larangan untuk melakukannya jika niatnya adalah menghargai tradisi keluarga. Namun, yang jauh lebih penting adalah memastikan perencanaan rumah Anda matang, budget terkendali, dan rumah tersebut benar-benar menjadi tempat yang tenteram bagi seluruh anggota keluarga.

Editor : Nur Wachid
#mitos bangun rumah #duit kricik #uang logam pondasi rumah #rezeki rumah #Tradisi Jawa