Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Penjualan BYD di China Terus Anjlok dalam 8 Bulan Terakhir, Ekspor Jadi Penyelamat

Mizan Ahsani • Sabtu, 2 Mei 2026 | 16:30 WIB
BYD Atto 1 jadi salah satu mobil listrik yang penjualannya positif di Indonesia. (BYD)
BYD Atto 1 jadi salah satu mobil listrik yang penjualannya positif di Indonesia. (BYD)

Jawa Pos Radar Madiun - Pabrikan otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD, tengah menghadapi tantangan berat di pasar domestik.

Berdasarkan laporan CarnewsChina, produsen kendaraan listrik (EV) ini mencatatkan penurunan penjualan di pasar Tiongkok selama delapan bulan berturut-turut.

Namun, di balik performa domestik yang melambat, lonjakan ekspor global justru menjadi "napas" baru bagi perusahaan.

Pada bulan April 2026, BYD berhasil mendistribusikan sebanyak 314.100 unit kendaraan, angka ini mencerminkan penurunan sebesar 15,7 persen secara year-on-year.

Meski secara bulanan (dibandingkan Maret) terdapat kenaikan tipis sebesar 6,2 persen, tren penurunan yang telah terjadi sejak September lalu menunjukkan bahwa pasar domestik Tiongkok sedang berada dalam fase yang menantang.

Ekspor Menjadi Tumpuan Utama

Di saat pasar domestik terkoreksi, BYD mencetak rekor gemilang dalam pengiriman kendaraan ke luar negeri.

Pada April 2026 saja, ekspor BYD melonjak drastis hingga 70,9 persen, dengan total pengiriman mencapai lebih dari 134.000 unit.

Angka inilah yang berhasil menahan total penjualan global BYD agar tidak jatuh lebih dalam.

Secara kumulatif (Januari–April 2026), penjualan kendaraan penumpang BYD di dalam negeri tercatat sebanyak 1.003.039 unit, turun 26,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebaliknya, performa luar negeri justru meroket dengan total penjualan 455.707 unit, naik signifikan sebesar 59,8 persen.

BYD pun kini menetapkan target ambisius untuk menjual 1,5 juta kendaraan di luar negeri sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: Update Harga Sepeda Polygon 2026, Mulai Rp2 Jutaan! Ini Rekomendasinya

Faktor Penyebab Penurunan Domestik

Penurunan di pasar Tiongkok tidak terjadi tanpa alasan. Dampak libur panjang perayaan Imlek yang memengaruhi siklus pembelian konsumen.

Adanya pemotongan insentif pemerintah Tiongkok untuk kendaraan listrik juga membuat minat beli di pasar domestik sedikit terkoreksi.

Rapor Penjualan Anak Perusahaan (April 2026)

Strategi multi-brand yang diterapkan BYD menunjukkan hasil yang beragam. Berikut adalah ringkasan performa beberapa jenama di bawah naungan BYD:

Jenama Performa Penjualan (April 2026) Tren Pertumbuhan
Fang Cheng Bao (Off-road) 29.138 unit +190,2%
Yangwang (Ultra-premium) 264 unit +95,6%
Denza (Premium) 11.250 unit -26,9%

Meskipun jenama premium Denza mengalami kontraksi penjualan yang cukup dalam, segmen off-road yang diwakili oleh Fang Cheng Bao justru menjadi bintang baru dengan pertumbuhan mencapai hampir 200 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa konsumen mulai melirik segmen kendaraan yang lebih spesifik dan niche.

Ke depan, BYD diprediksi akan terus mengandalkan ekspansi pasar global sebagai strategi utama untuk menutup celah dari kelesuan pasar domestik, sembari memantau efektivitas kebijakan insentif kendaraan listrik di Tiongkok. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#mobil listrik #china #byd atto 1 #byd