Jawa Pos Radar Madiun - Jauh sebelum Suzuki Fronx ramai dibicarakan sebagai crossover stylish terbaru Suzuki, pabrikan Jepang itu sudah lebih dulu punya leluhur yang membuka jalan segmen tersebut di Indonesia.
Mobil itu adalah Suzuki SX4.
Kini di tahun 2026, Suzuki SX4 justru kembali naik daun di kalangan pecinta mobil lawas dan komunitas otomotif. Banyak yang mulai meliriknya sebagai SUV kalcer dengan harga yang masih masuk akal.
Desainnya yang unik, posisi duduk tinggi, hingga aura crossover era 2000-an membuat SX4 punya karakter yang berbeda dibanding mobil modern saat ini.
Pelopor Crossover Suzuki di Indonesia
Suzuki SX4 pertama kali masuk Indonesia pada 2007 sebagai mobil CBU dari Jepang.
Mobil ini dikenal sebagai salah satu pelopor crossover modern di Tanah Air karena menggabungkan karakter hatchback dan SUV dalam satu paket.
Setahun kemudian, Suzuki mulai merakit SX4 secara lokal atau CKD karena permintaan pasar yang terus meningkat. Menariknya, versi rakitan Indonesia justru mendapat fitur lebih lengkap dibanding model impor Jepang.
Baca Juga: El Clasico BRI Super League Persija vs Persib Gagal Digelar di GBK, Pramono Anung Ungkap Kekecewaan
Aura Kalcer yang Mulai Dicari
Di tengah tren mobil modern yang desainnya semakin mirip satu sama lain, Suzuki SX4 justru tampil beda.
Bentuk bodinya masih sederhana dengan garis desain khas era 2000-an yang kini dianggap punya aura “kalcer” oleh anak muda pecinta otomotif.
Apalagi tipe X-Over memiliki over fender hitam, roof rail, dan ground clearance cukup tinggi yang membuat tampilannya tetap gagah meski usia mobil sudah belasan tahun.
Banyak pemilik juga mulai memodifikasi SX4 dengan gaya rally look, roof basket, hingga velg retro sehingga tampil makin menarik di jalanan.
Baca Juga: Mengenal Polygon Urban Daily dan Lifestyle, Sepeda Stylish untuk Harian hingga Nongkrong
Mesin Bandel dan Nyaman Harian
Selain desain, salah satu alasan SX4 masih layak dipakai harian ada pada sektor mesin.
Mobil ini menggunakan mesin 1.500 cc M15A yang terkenal bandel dan minim rewel. Mesin tersebut juga dipakai di Suzuki Swift generasi awal sehingga spare part masih relatif mudah ditemukan.
Karakter suspensinya terkenal nyaman dan stabil untuk perjalanan luar kota maupun penggunaan harian.
Ground clearance setinggi 175 mm juga membuat SX4 masih nyaman diajak melewati jalan rusak atau genangan air ringan.
Untuk ukuran mobil lawas, fitur Suzuki SX4 tergolong cukup lengkap.
Versi CKD bahkan sudah memakai rem cakram di empat roda, MID digital, audio integrated dashboard, hingga electric retract mirror.
Pada tipe tertinggi X-Over, tersedia juga ABS, EBD, dan dual airbags yang masih relevan dipakai saat ini.
Harga Bekas Mulai Naik
Harga bekas Suzuki SX4 sekarang masih cukup menarik, terutama untuk tipe 2008 sampai 2011.
Di pasaran, unit sehat biasanya dijual mulai Rp65 jutaan hingga Rp100 jutaan tergantung kondisi dan tipe.
Namun beberapa pegiat mobil lawas menilai harga SX4 berpotensi naik perlahan karena populasinya mulai berkurang dan desainnya dianggap semakin ikonik.
Jika Suzuki Fronx menjadi wajah baru crossover Suzuki saat ini, maka SX4 bisa disebut sebagai kakeknya.
Mobil ini bukan cuma punya sejarah penting sebagai pelopor crossover Suzuki di Indonesia, tetapi juga masih menawarkan kenyamanan, desain unik, dan karakter berkendara yang menyenangkan.
Bagi pecinta mobil dengan aura berbeda dan budget terbatas, Suzuki SX4 masih sangat layak dilirik sebagai SUV kalcer di 2026. (naz)
Editor : Mizan Ahsani