Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Halal Lifestyle 2026: Alasan Gen Z Mulai Tinggalkan Kredit Bunga Berbunga Demi Kepastian Harga

Mizan Ahsani • Senin, 11 Mei 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi transaksi kredit
Ilustrasi transaksi kredit

Jawa Pos Radar Madiun – Fenomena konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan Generasi Z, mengalami pergeseran signifikan pada awal tahun 2026 ini. Bukan lagi sekadar mengejar kemudahan akses, para pemuda kini lebih selektif dalam memilih skema pembiayaan.

Tren Halal Lifestyle yang semakin menguat memicu gelombang migrasi besar-besaran dari kredit konvensional menuju sistem yang menawarkan transparansi harga dan kepastian akad.

Baca Juga: Harga Pakan Naik, Peternak Telur Magetan Dapat Bantuan Jagung

Bagi sebagian besar Gen Z, model kredit dengan bunga mengambang (floating rate) mulai dipandang sebagai beban finansial yang tidak terprediksi. Sebaliknya, sistem jual beli dengan harga yang sudah dipatok di awal tanpa tambahan bunga berbunga kini menjadi primadona.

Tren ini terlihat jelas pada sektor pembelian kendaraan bermotor dan perangkat elektronik rumah tangga di wilayah Madiun Raya dan sekitarnya.

Transparansi menjadi kunci utama. Konsumen muda saat ini cenderung lebih menyukai skema di mana margin keuntungan penyedia jasa pembiayaan disebutkan secara gamblang sejak awal transaksi.

 Hal ini dianggap memberikan ketenangan pikiran karena cicilan tetap stabil hingga masa tenor berakhir, tanpa perlu khawatir dengan fluktuasi suku bunga pasar.

"Kepastian itu lebih penting daripada DP nol persen tapi ujung-ujungnya tagihan membengkak," ungkap salah satu tren opini yang berkembang di media sosial belakangan ini.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Deodoran Wanita Terbaik 2026, Ada Wardah yang Punya Sensasi Sejuk di Ketiak

 Pergeseran perilaku ini juga didorong oleh literasi keuangan syariah yang semakin masif, di mana akad jual beli dianggap lebih adil dan minim risiko sengketa di kemudian hari.

Dengan menguatnya kesadaran akan Halal Lifestyle, industri pembiayaan kini dituntut untuk lebih adaptif. Perusahaan yang mampu menawarkan transparansi dan akad yang jelas diprediksi akan menguasai pasar anak muda di tahun-tahun mendatang.

(*)

*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#gaya hidup Gen Z #sistem kredit #gaya hidup #Gen Z