Jawa Pos Radar Madiun - Kasus tewasnya seorang balita akibat terjepit kursi elektrik Hyundai Palisade di Amerika Serikat pada Maret 2026 menjadi peringatan keras bagi industri otomotif.
Kegagalan sensor kursi dalam mendeteksi objek memicu penarikan kembali (recall) puluhan ribu unit di Negeri Paman Sam.
Merespons insiden fatal tersebut, manajemen Hyundai Motors Indonesia langsung mengambil langkah preventif.
Tujuannya untuk memastikan keamanan unit Palisade yang mengaspal di Tanah Air tidak mengalami masalah serupa.
Langkah pencegahan di Indonesia dieksekusi dengan praktis tanpa mengharuskan pemilik kendaraan repot membawa mobilnya ke bengkel resmi.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa perbaikan sistem keamanan pada SUV premium tersebut dilakukan melalui teknologi pembaruan nirkabel.
“Kita sudah melakukan yang namanya pembaharuan software. Karena itu mudah sekali kok, kita melakukannya itu melalui over the air atau OTA,” kata Fransiscus di Jakarta, Rabu (13/5).
Melalui mekanisme Over-The-Air (OTA), pembaruan perangkat lunak langsung dikirimkan dan diunduh ke dalam sistem kendaraan secara otomatis di manapun mobil tersebut berada.
Baca Juga: TV LG Terbaik 2026 dengan Dolby Vision & Dolby Atmos, Pengalaman Bioskop di Rumah
Separuh Populasi Kendaraan Telah Diperbarui
Strategi perbaikan jarak jauh ini berjalan efektif.
Fransiscus mengungkapkan bahwa proses pembaruan sistem untuk mencegah malafungsi kursi elektrik ini telah menjangkau mayoritas populasi kendaraan di Indonesia.
“Ini sudah berjalan dan sudah sekitar hampir lebih dari setengah itu sudah ter-update secara programnya. Apabila sudah ter-update programnya makanya mobil itu dinyatakan aman,” kata Fransiscus.
Meski insiden di Amerika Serikat sempat memicu kekhawatiran global, Fransiscus memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus kegagalan sensor kursi Palisade yang terjadi di Indonesia.
“Tapi kan kita juga patut bersyukur ya, karena sampai dengan saat ini kan di Indonesia tidak ada kasus, hanya di Amerika,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab layanan purnajual, perusahaan secara aktif menginformasikan proses penanganan ini kepada para pelanggan.
Fransiscus menjamin pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun karena pembaruan ini menjadi tanggungan perusahaan.
“Kita melakukan penanganan dan kita memberitahu ke pelanggan bahwa ini masih dalam garansi dan dalam penanganan kita. Jadi tidak perlu khawatir dengan itu,” sebut Fransiscus. (naz)
Editor : Mizan Ahsani