Jawa Pos Radar Madiun – Tren laptop mirip MacBook semakin ramai di pasar Indonesia sepanjang 2026. Kini banyak brand menghadirkan laptop 5 jutaan dengan desain tipis, warna silver minimalis, hingga bodi metal yang sekilas terlihat seperti laptop premium Apple.
Fenomena ini membuat banyak pengguna penasaran, apakah laptop murah premium seperti ini benar-benar worth it untuk dibeli atau hanya mengandalkan tampilan semata. Apalagi beberapa model seperti Axioo MyBook Hype 5 G12, Advan WorkMate, hingga Acer Aspire Lite 14 mulai ramai dibahas di media sosial karena desainnya terlihat lebih mahal dibanding harganya.
Desain Premium Jadi Senjata Utama
Salah satu alasan kenapa laptop murah sekarang makin menarik adalah desainnya yang berubah drastis dibanding beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Rekomendasi Service HP di Magetan, Ada Spesialis iPhone dan Sparepart Lengkap
Jika dulu laptop entry-level identik dengan bodi tebal dan plastik murahan, kini banyak laptop stylish di harga Rp5 jutaan tampil jauh lebih modern.
Beberapa keunggulan desain yang mulai sering ditemukan antara lain:
bodi tipis,
warna silver minimalis,
bezel layar lebih tipis,
hingga finishing metal look yang premium.
Karena itulah banyak pengguna menyebut laptop seperti ini memiliki “vibes MacBook” walau sebenarnya berasal dari kelas harga yang jauh berbeda.
Bagi mahasiswa dan pekerja kantoran, tampilan premium seperti ini cukup menarik karena membuat laptop terlihat lebih elegan saat dibawa bekerja atau kuliah.
Performa Sudah Cukup untuk Kerja Harian
Walau fokus utama sering ada di desain, performa laptop Rp5 jutaan sekarang sebenarnya juga sudah cukup nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Xiaomi Mi Smart LED Bulb, Lampu Pintar Murah yang Cocok untuk Smart Home Pemula
Mayoritas laptop di kelas ini sudah menggunakan:
SSD,
RAM minimal 8GB,
dan processor Intel atau Ryzen entry-level yang cukup stabil.
Karena itu, laptop seperti ini biasanya masih nyaman digunakan untuk:
tugas kuliah,
Zoom meeting,
browsing,
multitasking ringan,
hingga editing sederhana seperti Canva atau CapCut.
Penggunaan SSD juga membuat performa terasa jauh lebih responsif dibanding laptop lawas yang masih memakai HDD.
Inilah alasan kenapa banyak pengguna mulai melirik laptop murah premium sebagai perangkat kerja harian.
Jangan Disamakan dengan MacBook Asli
Walau tampilannya mirip, pengalaman penggunaan laptop Rp5 jutaan tentu tetap berbeda dibanding MacBook premium.
Perbedaan paling terasa biasanya ada pada:
kualitas trackpad,
speaker,
layar,
keyboard,
hingga manajemen suhu.
Laptop murah umumnya masih memiliki build quality yang lebih sederhana dibanding laptop flagship mahal.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak berekspektasi terlalu tinggi hanya karena desain luarnya terlihat premium.
Laptop seperti ini lebih tepat disebut terinspirasi desain MacBook dibanding benar-benar setara dari sisi pengalaman penggunaan.
Worth It untuk Mahasiswa dan Pekerja Kantoran
Meski begitu, laptop 5 jutaan dengan desain premium tetap bisa sangat worth it jika digunakan sesuai kebutuhan.
Bagi pengguna yang fokus pada:
pekerjaan Office,
kuliah,
meeting online,
browsing,
hingga hiburan ringan,
laptop seperti ini sudah cukup nyaman digunakan.
Selain itu, desain yang tipis dan ringan membuat mobilitas terasa lebih praktis dibanding laptop entry-level lama yang cenderung berat.
Karena itu, segmen mahasiswa dan pekerja kantoran menjadi target utama laptop desain premium harga terjangkau.
MacBook Bekas Masih Jadi Saingan
Di harga yang mirip, sebagian pengguna juga mulai melirik MacBook bekas keluaran lama.
Pilihan ini memang menawarkan:
Baca Juga: Xiaomi Mi Smart LED Bulb, Lampu Pintar Murah yang Cocok untuk Smart Home Pemula
build quality premium,
ekosistem Apple,
dan kualitas layar yang biasanya lebih baik.
Namun ada beberapa risiko yang juga perlu diperhatikan seperti:
baterai mulai drop,
usia perangkat tua,
keterbatasan update software,
hingga biaya servis yang lebih mahal.
Karena itu, cukup banyak pengguna kini lebih memilih laptop baru bergaransi resmi dibanding laptop premium bekas.
Tren Laptop Murah Kini Tidak Hanya Soal Spek
Perkembangan pasar gadget menunjukkan bahwa pengguna sekarang tidak hanya mencari spesifikasi tinggi.
Desain, kenyamanan penggunaan, hingga tampilan premium mulai menjadi faktor penting sebelum membeli laptop.
Karena itulah tren laptop mirip MacBook semakin berkembang di Indonesia. Di kelas harga terjangkau, desain elegan kini mulai dianggap sebagai nilai tambah besar, terutama bagi pengguna muda yang aktif bekerja dan kuliah secara mobile.
Pada akhirnya, laptop Rp5 jutaan seperti ini bisa sangat worth it jika kebutuhan pengguna memang fokus pada produktivitas ringan dan mobilitas sehari-hari, bukan untuk pekerjaan berat atau gaming ekstrem.
Editor : Nur Wachid