Jawa Pos Radar Madiun - Honda Tiger bukan sekadar motor sport biasa. Pada era 2000-an, motor ini pernah menjadi simbol status sosial dan identik dengan anak muda mapan.
Di masanya, pemilik Honda Tiger sering dianggap “anak orang kaya” karena harga motor ini tergolong mahal dibanding motor lain saat itu.
Bahkan di kalangan anak muda, naik Honda Tiger punya gengsi tersendiri. Bodinya yang besar, suara mesin yang khas, serta tampilannya yang gagah membuat banyak orang langsung melirik saat motor ini melintas di jalan.
Tidak sedikit pula yang menyebut Honda Tiger sebagai motor yang bikin cewek kesengsem pada zamannya.
Motor Touring Paling Bergengsi
Honda Tiger dikenal sebagai motor touring premium sebelum era moge dan motor sport fairing modern ramai seperti sekarang.
Dimensi besar dengan tangki berisi membuat motor ini terlihat sangat macho dibanding motor bebek atau sport 150 cc pada masa itu.
Karena itu, Tiger sering menjadi motor impian anak muda yang ingin tampil keren dan berwibawa.
Generasi Tiger Revo Makin Modern
Memasuki generasi Honda Tiger Revo, tampilan motor mulai berubah menjadi lebih modern dan sporty.
Desain body dibuat lebih runcing di bagian depan maupun belakang.
Baca Juga: Banyak yang Salah Paham! Ini Perbedaan Kawasaki Ninja R dan Ninja SS
Headlamp mendapatkan tambahan mini visor sehingga tampil lebih agresif.
Tangki dan shroud juga mengalami perubahan bentuk mengikuti desain motor yang semakin futuristik.
Suspensi dan Mesin Ikut Diperbarui
Honda juga memberikan pembaruan pada sektor kaki-kaki.
Untuk versi velg racing atau CW, shockbreaker belakang sudah memakai reservoir oli yang membuat tampilannya semakin premium.
Pada sektor mesin, Honda menambahkan teknologi Secondary Air Supply System (SASS) untuk membantu efisiensi dan emisi gas buang.
Lahirnya Tiger “Picek” yang Ikonik
Salah satu generasi paling terkenal adalah Honda New Tiger Revo 2008 atau yang lebih dikenal sebagai Tiger “Picek”.
Motor ini memakai desain headlamp asimetris:
- Lampu dekat berbentuk bulat
- Lampu jauh berbentuk kotak
Desain unik tersebut membuat Tiger Picek sangat mudah dikenali dan sampai sekarang masih punya banyak penggemar.
Selain headlamp, Honda juga memperbarui panel meter, shroud, hingga bagian belakang motor agar tampil lebih futuristik.
Baca Juga: Dulu Diremehkan, Sekarang Ninja SS Kuning Bisa Dijual Sampai Ratusan Juta
Honda Tiger 2010 dan 2012
Pada versi 2010, Honda menghadirkan dua pilihan:
- Versi headlamp asimetris
- Versi single headlamp
Sementara generasi 2012 menjadi generasi terakhir sebelum Honda resmi menghentikan produksi Tiger pada 2013.
Perubahan di versi terakhir lebih fokus pada warna dan striping sebagai bentuk penghormatan kepada komunitas Tiger yang sangat besar di Indonesia.
Honda Tiger bukan hanya motor sport touring biasa, tetapi pernah menjadi simbol status sosial anak muda Indonesia.
Bodi besar, desain gagah, dan aura premium membuat motor ini sangat dihormati di jalanan pada zamannya.
Tak heran jika sampai sekarang Honda Tiger masih dianggap sebagai salah satu motor paling legendaris yang pernah dimiliki Honda di Indonesia. (dce)
Editor : Dony Christiandi