Jawa Pos Radar Madiun - Banyak pemilik mobil baru menyadari bagian bawah pintunya mulai berkarat ketika kondisi pelat besi sudah keropos cukup parah. Padahal, area ini merupakan salah satu titik paling rentan mengalami korosi akibat paparan air, lumpur, dan perubahan suhu harian.
Jika dibiarkan, perambatan karat akan merusak struktur pintu dan membengkakkan biaya perbaikan bodi (body repair).
Posisinya yang berada di bawah kerap membuat area ini luput dari inspeksi visual pemilik kendaraan saat melakukan pencucian.
Merangkum dari panduan teknis Suzuki Indonesia, kelembapan dan kotoran yang menumpuk di sela-sela pintu dalam waktu lama adalah musuh utama pelat logam.
Berikut adalah enam faktor utama penyebab bagian bawah pintu mobil lebih cepat berkarat dan rusak:
1. Saluran Pembuangan Air Tersumbat
Saat hujan lebat atau proses pencucian, air secara wajar akan menyelinap masuk ke bagian dalam pintu melalui celah karet kaca (weather strip).
Pabrikan telah mengantisipasi hal ini dengan menyediakan lubang drainase di pelat terbawah pintu.
Namun, masalah timbul ketika lubang pembuangan tersebut tersumbat oleh tumpukan debu atau lumpur. Air akan mengendap di dalam pintu dan memicu proses oksidasi (karat) dari arah dalam.
2. Penumpukan Debu dan Lumpur
Posisinya yang sangat dekat dengan aspal membuat bagian bawah pintu menjadi target utama cipratan lumpur, pasir, dan air kotor.
Kotoran yang menyelinap ke sela-sela kecil dan tidak dibersihkan secara menyeluruh akan menahan kelembapan dalam waktu lama, yang secara otomatis mempercepat proses korosi pada logam.
Baca Juga: Hasil Lengkap Final Thailand Open 2026: Indonesia Raih Satu Gelar, Tuan Rumah Gigit Jari
3. Kondensasi Akibat Perubahan Suhu
Perbedaan suhu yang ekstrem antara bagian luar dan dalam kabin mobil kerap memicu kondensasi (embun) di area dalam pelat pintu.
Hal ini sering terjadi saat cuaca terik mendadak hujan, atau ketika mobil diparkir di area bersuhu dingin setelah kabinnya dipanaskan. Kelembapan konstan dari embun ini dalam jangka panjang akan mengundang karat.
4. Penipisan Lapisan Antikarat
Bagian luar bodi mobil umumnya rutin mendapat perawatan ekstra seperti pencucian, pemolesan, atau pelapisan kaca (coating).
Sebaliknya, area terbawah pintu kerap diabaikan. Akibatnya, lapisan pelindung antikarat pabrikan di area tersebut lebih cepat menipis, membiarkan pelat logam langsung terekspos udara lembap.
5. Gesekan dan Benturan Fisik
Bagian lis bawah pintu rentan terkena gesekan sepatu penumpang saat keluar-masuk kabin. Selain itu, area ini juga sering terkena lontaran kerikil dari ban (stone chipping) saat mobil melaju.
Benturan konstan ini akan menggores dan mengelupas lapisan cat, membuka jalan bagi air untuk merusak logam mentah.
6. Paparan Cuaca Ekstrem
Paparan panas matahari terik dan guyuran hujan yang silih berganti secara terus-menerus akan mempercepat degradasi kualitas cat. Risiko kerusakan bodi semakin tinggi apabila mobil sering diparkir di ruang terbuka tanpa penutup (cover) pelindung. (naz)
Editor : Mizan Ahsani