Jawa Pos Radar Madiun - Di kalangan pencinta sepeda gunung (Mountain Bike/MTB), Polygon Collosus T telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilihan tangguh yang menawarkan nilai tinggi (value for money).
Sepeda ini diposisikan secara tegas di kategori "aggressive trail bike". Kehadiran Collosus T mengisi celah strategis di lini produk Polygon, tepat di antara seri enduro long-travel Collosus N dan sepeda trail serbaguna Siskiu T.
Tujuannya jelas: memanjakan para rider yang mencari keseimbangan sempurna antara kelincahan bermanuver di jalur trail dan ketangguhan saat melibas turunan.
Desain Rangka Karbon dan Inovasi Suspensi
Pada awal pengembangannya, Collosus T sempat dikonsepkan sebagai pembaruan untuk seri Siskiu T. Namun, karena potensinya yang sangat besar, tim desainer meramunya menjadi model mandiri yang terbukti sukses di pasaran.
Sepeda ini dibekali jarak main (travel) roda belakang sebesar 140 mm yang dirancang ideal untuk dipasangkan dengan garpu depan (fork) 160 mm. Kinerja suspensi belakangnya dikendalikan oleh inovasi andalan Polygon, yakni Compact Independent Floating Suspension (IFS).
Sistem ini menggunakan segitiga belakang kaku yang menempel pada sistem twin-link yang berputar berlawanan arah, memberikan traksi maksimal di medan kasar.
Dibangun menggunakan rangka full-carbon, Collosus T juga mengadopsi fitur kompartemen penyimpanan internal yang diberi nama PolyPocket. Terdapat "pintu rahasia" di bagian downtube yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan perkakas, alat tambal ban, hingga makanan ringan.
Rangka ini juga dirancang rapi dengan perutean kabel internal, pelindung rantai bawaan, serta memiliki jarak bebas ban (tire clearance) maksimal hingga 29 x 2.6 inci.
Baca Juga: 57 Biksu IWFP 2026 Singgah di Madiun, Lanjut Jalan Kaki Spiritual ke Borobudur
Fitur Geometri yang Sangat Adaptif
Secara standar, Collosus T menggunakan konfigurasi roda 29 inci di depan dan belakang. Namun, bagi rider yang lebih menyukai gaya mullet (roda depan 29 inci, belakang 27,5 inci), sepeda ini sangat mendukung modifikasi tersebut berkat deretan fitur penyesuaian kelas atas:
Dual Flip Chips: Flip chip pertama berada di area seat stay/shock yoke untuk memfasilitasi penggunaan roda belakang 27,5 inci tanpa merusak geometri bawaan.
Sementara flip chip kedua berada di dudukan shock untuk menyesuaikan tinggi Bottom Bracket (BB) antara pengaturan Hi dan Lo dengan rentang +/- 3 hingga 4 mm.
Tuning Head Angle: Sepeda ini dilengkapi headset custom dengan bantalan half-spherical yang memungkinkan rider mengubah sudut kepala (head tube angle) sebesar +/- 0,75 derajat dari sudut standarnya (64,5 derajat).
Secara keseluruhan, geometrinya sangat mendukung gaya gowes modern. Sudut seat tube yang berada di angka 77 derajat menjamin efisiensi saat merayap di tanjakan.
Polygon juga menghadirkan panjang chainstay yang proporsional berdasarkan ukuran rangka: 430 mm untuk ukuran S dan M, serta 435 mm untuk ukuran L dan XL, guna menjaga stabilitas berkendara.
Harga Kompetitif, Spesifikasi Sultan
Meski tampil dengan desain memukau dan fitur setara sepeda pabrikan Barat seharga belasan ribu dolar, hal paling impresif dari Polygon Collosus T adalah banderol harganya.
Untuk sepeda dengan material rangka karbon utuh, Collosus T ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif di kelas global.
Berikut daftar harga Colossus T bulan Mei 2026:
Colossus T9 Di2 Carbon: Rp 70.000.000
Colossus T8 Carbon: Rp 53.000.000
Colossus T6 Carbon: 43.000.000
Colossus T8: 41.000.000
Colossus T6: 33.000.000
Colossus T5: 25.000.000
Dengan kombinasi desain revolusioner, fleksibilitas geometri yang bisa diutak-atik, dan harga yang masuk akal, Polygon Collosus T tetap menjadi salah satu primadona dan standar acuan yang sulit dikalahkan di kategori aggressive trail. (naz)
Editor : Mizan Ahsani