Jawa Pos Radar Madiun - Menghadapi cuaca panas di musim kemarau, fitur pendingin udara atau Air Conditioner (AC) mobil menjadi pahlawan utama untuk menjaga kenyamanan berkendara.
Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang masih lalai memeriksa kesehatan sistem AC, khususnya kebersihan komponen kondensor.
Padahal, kelalaian dalam merawat sistem sirkulasi ini dapat memberikan dampak yang sangat tidak nyaman, terlebih saat suhu di luar kabin sedang terik-teriknya.
Memahami hal ini, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membagikan pengingat penting terkait perawatan AC.
Peran Vital Kondensor AC
Untuk mendapatkan hembusan angin yang dingin maksimal, pengendara wajib memperhatikan kondisi kondensor AC.
Komponen yang umumnya terletak di balik grill (kisi-kisi) depan mobil ini bertugas membuang hawa panas dari gas pendingin agar udara yang masuk ke dalam ruang kabin tetap sejuk.
Menurut Asst. to Aftersales Department Head of Service PT SIS, Hariadi, kondensor ibarat garda terdepan dari sistem sirkulasi AC.
Karena posisinya yang berhadapan langsung dengan paparan udara luar, komponen ini sangat rentan dihinggapi debu, kotoran, hingga serangga kecil.
"Kondensor merupakan komponen krusial namun sering kali luput dari perhatian pemilik mobil karena posisinya tersembunyi. Salah satu potensi yang dapat memengaruhi kinerjanya adalah kotoran. Jika dibiarkan dapat memengaruhi kinerja AC, ataupun membebani komponen lainnya," jelas Hariadi.
Baca Juga: Pabrik Mobil Listriknya Mangkrak, Vinfast Digugat karena Gagal Penuhi Janji Investasi
3 Dampak Buruk Membiarkan Kondensor Kotor
Pemilik kendaraan yang mengabaikan kebersihan kondensor dipastikan akan merasakan penurunan performa kendaraan. Berikut adalah kerugian beruntun yang akan terjadi jika kondensor tertutup kotoran:
1. AC Tidak Dingin Maksimal
Penumpukan debu dan kotoran membuat proses pelepasan hawa panas tidak berjalan sempurna. Akibatnya, hembusan udara AC di dalam kabin terasa kurang dingin meski pengaturan sudah maksimal.
2. Kerusakan Kompresor
Hawa panas yang tertahan membuat tekanan dalam sistem AC menjadi terlalu tinggi.
Hal ini memaksa kompresor bekerja jauh lebih berat dari batas normalnya, yang pada akhirnya akan memperpendek usia pakai komponen mahal tersebut.
3. Konsumsi BBM Boros
Beban kerja kompresor AC yang terlampau berat secara otomatis akan memberikan beban ekstra pada putaran mesin mobil secara keseluruhan.
Ujung-ujungnya, mesin membutuhkan lebih banyak tenaga yang memicu lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Agar perjalanan selama musim kemarau tetap sejuk dan tidak menguras kantong, pastikan untuk selalu mencuci area grill depan dan menyemprot kondensor dengan air bertekanan sedang saat mencuci mobil secara rutin. (naz)
Editor : Mizan Ahsani