Jawa Pos Radar Madiun - Polygon Tambora G7 berhasil mendobrak batasan kaku antara lintasan aspal dan jalur off-road.
Di kalangan para pencinta gowes, sepeda ini mendapatkan julukan yang sangat ikonik, yaitu "Sepeda Bunglon".
Julukan ini bukan sekadar gimik pemasaran, melainkan sebuah pengakuan atas kemampuan tak biasa yang tertanam pada sepeda gravel ini.
Alasan utama mengapa Polygon Tambora G7 dijuluki sebagai sepeda bunglon adalah kemampuannya untuk mengubah fungsi, geometri, dan karakter berkendara secara drastis dalam waktu singkat.
Sepeda ini dibekali kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan layaknya seekor bunglon. Ketika berada di jalan raya, ia bisa berubah menjadi sepeda balap (road bike) yang sangat agresif dan cepat.
Namun, begitu memasuki medan hancur atau jalanan berkerikil, karakternya langsung berubah total menjadi sepeda gravel murni yang stabil dan tangguh.
Rahasia Fitur Flip Chip di Balik Kemampuan Bunglon
Keajaiban metamorfosis Polygon Tambora G7 ini lahir berkat keunggulan teknologi bernama Flip Chip yang terpasang pada garpu (fork) depan.
Fitur ini menjadi otak di balik fleksibilitas geometri sepeda. Pengendara cukup memutar cip tersebut untuk mendapatkan dua opsi berkendara yang sangat berbeda, yaitu posisi short offset dan long offset.
Pada posisi short offset, geometri sepeda akan berubah menjadi lebih tegak dan agresif.
Jarak sumbu roda yang memendek membuat sepeda menjadi sangat responsif dan lincah, sangat ideal untuk dipacu dengan kecepatan tinggi di atas aspal mulus layaknya performance road bike.
Sebaliknya, ketika cip diputar ke posisi long offset, jarak sumbu roda akan memanjang.
Perubahan ini secara otomatis memberikan stabilitas tingkat tinggi dan kendali yang sangat tenang, membuat sepeda siap melibas trek tanah, makadam, dan jalur berkerikil dengan sangat aman.
Baca Juga: Harga Mulai Rp 2 Jutaan, Cek 4 Pilihan Sepeda MTB Murah dari United yang Mumpuni Diajak Berpetualang
Keunggulan Rangka Karbon ACX dan Efisiensi Garasi
Selain teknologi Flip Chip yang menjadi alasan julukannya, Polygon Tambora G7 menyimpan keunggulan mutakhir pada sektor sasisnya yang menggunakan material ACX Carbon.
Rekayasa struktur karbon pada rangka ini dirancang dengan sangat cerdas menggunakan prinsip dualisme karakter.
Pada bagian bawah atau bottom bracket, rangka dibuat sangat kaku (stiff) agar setiap kayuhan pedal tersalurkan menjadi tenaga dorong yang maksimal tanpa ada daya yang terbuang.
Namun, pada bagian atas, struktur karbonnya dibuat fleksibel untuk menyerap getaran frekuensi tinggi dari permukaan jalan yang buruk, sehingga pengendara tidak cepat lelah saat blusukan.
Keunggulan lain yang tidak kalah memikat adalah kapasitas klirens ban yang sangat lebar.
Fleksibilitas ini memungkinkan pengguna untuk memasang ban tipis murni untuk kebutuhan road bike, atau menggantinya dengan ban bertapak lebar dan tebal ketika ingin bertualang di alam liar.
Cukup dengan satu sepeda bunglon seharga Rp 36 jutaan, semua jenis lintasan dapat ditaklukkan tanpa kompromi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani