Jawa Pos Radar Madiun - Tiga tahun telah berlalu sejak jenama Polygon resmi merilis seri Bend V9X ke pasar sepeda gravel pada tahun 2023 silam.
Namun di usianya yang kini menginjak tahun ketiga pada 2026, ketangguhan sepeda bergaya penjelajah ini nyatanya sama sekali belum lekang oleh waktu.
Di tengah gempuran tren sepeda modern yang terus bermunculan, Polygon Bend V9X masih kokoh membuktikan dirinya sebagai salah satu pilihan terbaik di kelasnya.
Spesifikasi premium yang dibawanya sejak awal rilis ternyata sangat visioner dan tetap relevan untuk menjawab tuntutan medan ekstrem saat ini.
Geometri Nyaman Lintas Zaman
Untuk menilai kelayakan sebuah sepeda gravel, kemampuan melaju cepat di aspal mulus sekaligus ketangguhannya di jalur kasar tetap menjadi tolok ukur utama.
Sejak pertama kali diluncurkan, Bend V9X sudah tampil beda dengan menawarkan posisi berkendara yang jauh lebih tegak dibandingkan kompetitor di kelasnya.
Desain postur ini nyatanya terbukti lebih ramah tubuh dan sangat mudah diadaptasi hingga hari ini.
Kenyamanan ergonomis tersebut menjadikannya primadona yang tak lekang zaman, terutama bagi para pesepeda gunung yang ingin beralih ke jalur gravel tanpa mengorbankan kenyamanan punggung.
Baca Juga: Hasil Singapore Open 2026 Tunggal Putra: Hajar Wakil Jepang, Alwi Farhan Lolos ke Semifinal
Performa Drivetrain Tetap Buas
Pada jalur tanjakan yang panjang dan menyiksa, racikan sistem penggerak atau drivetrain dari SRAM pada sepeda ini tetap terasa buas di tahun 2026.
Kombinasi chainring 40t yang dipadukan dengan kaset GX Eagle 10-52t membuat performa kayuhannya sangat bisa diandalkan dalam melibas rute menanjak.
Rentang gigi yang ditawarkan terasa lebih dari cukup untuk menaklukkan medan perbukitan curam tanpa kendala berarti.
Bahkan untuk kebutuhan bikepacking era modern dengan muatan logistik yang lumayan berat, ketangguhan rasio gigi sepeda ini tidak perlu diragukan lagi.
Baca Juga: Hasil Practice Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama P9, Hakim Danish di Luar 20 Besar
Suspensi Fox Mumpuni di Kelasnya
Satu hal krusial yang membuat seri ini terasa sangat mendahului zamannya saat dirilis tiga tahun lalu adalah kehadiran garpu suspensi Fox 32 TaperCast.
Pada kebanyakan sepeda gravel lawas, jalur berbatu sering kali memaksa pesepeda mengambil posisi defensif ke belakang demi melindungi roda depan.
Namun, garpu Fox pada Bend V9X sukses menghilangkan keraguan tersebut melalui travel sepanjang 40mm yang mampu menyerap guncangan transisi dengan sangat mulus.
Fitur penyesuaian kompresi yang dapat diakses langsung dari bagian atas garpu juga masih terasa sangat praktis ketika pengendara ingin kembali memacu sepedanya di aspal.
Berkat paduan fitur tersebut, sepeda berbahan rangka alloy tangguh ini tetap mampu menjaga kestabilannya dengan presisi meski sedang diajak melibas turunan panjang berkecepatan tinggi.
Investasi Berkelas di Tahun 2026
Melihat seluruh spesifikasi bawaannya, seri V9X jelas dirancang dengan visi jangka panjang yang sangat matang oleh pabrikan Polygon.
Kehadiran sistem groupset SRAM nirkabel, roda berbahan karbon murni, hingga fitur dropper post tetap menjadi standar komponen mewah yang paling diidamkan para pesepeda di tahun 2026.
Saat ini, unit baru dari sepeda gravel premium tersebut masih dipasarkan pada rentang harga Rp52.000.000 hingga Rp53.560.000.
Bagi pencinta gowes yang mencari tunggangan tangguh untuk mendobrak batas rute gravel selama beberapa tahun ke depan, Polygon Bend V9X jelas masih menjadi investasi tunggangan yang sangat layak untuk ditebus. (naz)
Editor : Mizan Ahsani