Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Honda Recall Hampir 100 Ribu Unit Mobil Gara-Gara Masalah Airbag, Ada HR-V dan CR-V

Titis Osi Kurniawan • Rabu, 3 Juni 2026 | 19:56 WIB
Siluet desain Honda CR-V.
Siluet desain Honda CR-V.

Jawa Pos Radar Madiun - Raksasa otomotif asal Jepang, Honda, dikabarkan kembali melakukan penarikan massal atau recall terhadap 98.892 unit kendaraannya di wilayah Amerika Serikat.

Penarikan besar-besaran ini terpaksa dilakukan menyusul adanya temuan potensi masalah serius pada komponen kelistrikan sensor airbag atau kantung udara penumpang.

Melansir laporan dari Car and Driver pada Selasa waktu setempat, potensi kerusakan fatal tersebut terletak pada sistem pendeteksi berat penumpang di kursi depan.

Malafungsi pada komponen krusial ini dikhawatirkan dapat memicu airbag mengembang secara tidak semestinya ketika kendaraan mengalami benturan atau kecelakaan.

Baca Juga: Hilangkan Aksen Krom, GWM Tank 500 Diesel Black Warrior Edition Tawarkan Kabin Mewah dan Mesin Buas

Belasan Model Terdampak dan Akar Masalah

Program penarikan massal ini dipastikan berdampak langsung pada 13 lini model populer di bawah bendera Honda dan Acura untuk tahun produksi 2016 hingga 2026.

Deretan model kendaraan yang terdampak meliputi Acura TLX, RDX, MDX, serta Honda Ridgeline, Pilot, Passport, Odyssey, Insight, HR-V, CR-V, Fit, Civic, dan Accord.

Berdasarkan dokumen resmi yang diserahkan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), akar permasalahan murni berasal dari kelemahan komponen kapasitor.

Kapasitor yang tertanam secara paten pada papan sirkuit sensor berat penumpang depan tersebut dilaporkan sangat rentan mengalami keretakan struktur.

Keretakan itu pada akhirnya akan memicu terjadinya korsleting internal yang cukup parah apabila papan sirkuit tersebut secara tidak sengaja terpapar kelembapan.

Menurut dokumen recall, cacat produksi kelistrikan ini ternyata dipicu oleh adanya perubahan material dasar yang digunakan pemasok pada papan sirkuit sensor.

Material pengganti tersebut rupanya menimbulkan tekanan fisik tambahan pada susunan sirkuit sehingga sangat meningkatkan risiko pecahnya kapasitor.

Baca Juga: Kantor BGN Digeledah Kejagung, Ini Daftar Pengadaan Kontroversial Era Dadan Hindayana

Ancaman Keselamatan dan Langkah Perbaikan

Jika kerusakan ini benar-benar terjadi, airbag depan dan kantung udara pelindung lutut penumpang dapat langsung mengembang seketika dengan daya dorong penuh.

Kondisi ini jelas menjadi ancaman yang sangat mematikan apabila kursi depan sedang ditempati oleh bayi di dalam kursi khusus atau penumpang bertubuh mungil.

Mereka akan sangat berisiko mengalami cedera leher dan benturan parah akibat hantaman tekanan airbag yang sejatinya dirancang untuk postur orang dewasa.

Kasus terbaru ini sebenarnya merupakan perluasan dari program penarikan komponen serupa yang sebelumnya telah diumumkan pabrikan pada tahun 2024 lalu.

Pihak NHTSA menyebutkan bahwa perluasan recall ini terpaksa dilakukan setelah ditemukannya kesalahan fatal dari pihak pemasok dalam memproses verifikasi data.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata, seluruh jaringan diler Honda dan Acura di Amerika Serikat akan mengganti komponen sensor berat penumpang secara gratis.

Pabrikan akan menanamkan komponen sensor baru yang menggunakan racikan material dasar asli dan telah diuji secara ketat agar terbebas dari cacat bawaan.

Pihak Honda AS juga telah menjadwalkan proses pengiriman surat pemberitahuan resmi kepada seluruh pemilik kendaraan terdampak mulai tanggal 6 Juli 2026 mendatang. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#penarikan massal #mobil honda #honda #hrv #recall