Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengenal Metode Diet Intermittent Fasting: Cara Aman Turunkan Berat Badan Tanpa Hilang Massa Otot

Mizan Ahsani • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:59 WIB
Ilustrasi Diet Alkaline.
Ilustrasi Diet Alkaline.

Jawa Pos Radar Madiun - Memiliki berat badan ideal dengan bentuk tubuh yang kencang menjadi impian banyak orang. Namun, salah satu ketakutan terbesar saat menjalani diet ketat adalah hilangnya massa otot, yang bisa membuat tubuh terlihat kendur dan metabolisme melambat. Sebagai solusi, metode intermittent fasting (IF) atau diet puasa berkala kini semakin populer karena terbukti efektif membakar lemak sekaligus mempertahankan massa otot.

Baca Juga: Deva Kafianka Artha Michil, Siswi Magetan yang Meniti Mimpi di Dunia Modeling

Berbeda dengan diet konvensional yang membatasi "apa" yang boleh Anda makan, intermittent fasting lebih berfokus pada "kapan" Anda boleh makan. Metode ini mengatur siklus antara waktu makan dan waktu berpuasa secara disiplin.

Bagi Anda yang tertarik mencobanya, berikut adalah panduan dasar mengenai pilihan jendela makan dan aturan konsumsinya:

Pilihan Jendela Makan untuk Pemula Metode ini sangat fleksibel karena waktu puasanya bisa disesuaikan dengan aktivitas harian Anda. Ada beberapa metode populer yang bisa dipilih, antara lain:

  • Metode 16:8 (Sangat Disarankan untuk Pemula): Anda berpuasa selama 16 jam, dan memiliki waktu makan (jendela makan) selama 8 jam. Contohnya, Anda boleh makan dari jam 12 siang sampai jam 8 malam. Setelah jam 8 malam hingga jam 12 siang keesokan harinya, Anda harus berpuasa.

  • Metode 14:10: Pilihan yang lebih ringan bagi yang belum terbiasa menahan lapar lama. Anda berpuasa selama 14 jam dan memiliki waktu makan selama 10 jam.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Magetan Selangkah Lagi Dibangun, Lahan 6,7 Hektare Sudah Siap

Apa Saja yang Boleh Dikonsumsi Saat Fase Puasa? Banyak pemula yang salah kaprah dan mengira fase puasa dalam diet ini sama ketatnya dengan puasa ramadan. Faktanya, saat fase puasa intermittent fasting, Anda masih diperbolehkan minum untuk mencegah dehidrasi, asalkan minuman tersebut mengandung nol kalori.

Beberapa asupan yang aman dikonsumsi saat fase puasa adalah:

  • Air Putih: Minuman utama yang wajib dikonsumsi dalam jumlah cukup agar tubuh tidak lemas.

  • Kopi Hitam Polos: Boleh diminum tanpa tambahan gula, susu, krim, maupun pemanis buatan. Kopi hitam juga membantu menekan rasa lapar.

  • Teh Hijau atau Teh Tawar: Diminum hangat atau dingin tanpa gula untuk membantu memberikan rasa nyaman pada lambung.

Kunci Menjaga Massa Otot Tetap Aman Saat jendela makan dibuka, Anda bebas mengonsumsi makanan, namun bukan berarti bisa balas dendam dengan makan berlebihan (overeating). Agar massa otot tidak hilang saat lemak tubuh terbakar, pastikan Anda memenuhi kebutuhan protein harian dari sumber yang sehat, seperti dada ayam, telur, tahu, tempe, atau ikan. Kombinasikan juga dengan olahraga angkat beban secara rutin agar otot tetap terlatih dan kencang.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Alasan Ban Mobil Listrik Dibuat Jauh Lebih Kuat

Diet intermittent fasting ini dinilai aman bagi sebagian besar orang dewasa. Namun, jika Anda memiliki riwayat penyakit lambung (maag kronis), sedang hamil, atau menyusui, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai metode diet puasa ini.

(*)

*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#intermittent fasting #massa otot #diet