Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah perubahan teknologi dan gaya hidup yang berlangsung sangat cepat, cara setiap generasi mengelola uang ikut mengalami pergeseran.
Apa yang dulu dianggap sebagai pengeluaran yang tidak perlu, kini justru menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari bagi generasi muda.
Perbedaan tersebut bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi juga dipengaruhi oleh perkembangan zaman, kemudahan teknologi, hingga perubahan kebutuhan hidup.
Perbedaan pola konsumsi antara generasi boomer dan Gen Z menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki cara sendiri dalam menentukan nilai sebuah barang maupun layanan.
Bagi boomer, pengeluaran cenderung difokuskan pada kebutuhan yang bersifat jangka panjang dan berwujud.
Sebaliknya, Gen Z lebih mengutamakan kenyamanan, pengalaman, dan layanan yang mendukung mobilitas mereka.
Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (30/6), berikut sepuluh jenis pengeluaran yang umumnya dihindari generasi boomer, tetapi tetap menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z.
Layanan Digital Jadi Kebutuhan Sehari-hari
1. Berlangganan layanan streaming
Boomer umumnya masih terbiasa menikmati tayangan televisi melalui layanan kabel atau satelit.
Sementara itu, Gen Z lebih memilih berbagai platform streaming yang menawarkan fleksibilitas menonton kapan saja dan di mana saja.
2. Produk digital
Barang digital seperti konten, aplikasi, atau layanan virtual kini dianggap sebagai kebutuhan yang wajar bagi generasi muda.
Sebaliknya, generasi yang lebih tua cenderung lebih nyaman membeli produk yang memiliki bentuk fisik.
3. Sering mengganti perangkat
Prinsip menggunakan barang hingga benar-benar rusak masih dipegang banyak boomer.
Namun, Gen Z lebih cepat memperbarui ponsel, tablet, atau perangkat lain ketika versi terbaru hadir dengan fitur yang dianggap lebih menarik.
Baca Juga: Gudang Hotel Kintamani Sarangan Magetan Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pengalaman Lebih Penting daripada Kepemilikan
4. Mengutamakan pengalaman hidup
Alih-alih membeli banyak barang, Gen Z lebih rela menyisihkan uang untuk menghadiri konser, bepergian, atau menikmati pengalaman baru.
Mereka percaya kenangan memiliki nilai yang lebih besar dibanding sekadar memiliki benda.
5. Layanan transportasi daring
Memiliki mobil pribadi dulu menjadi target utama banyak boomer.
Kini, banyak anak muda lebih memilih menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi karena dinilai lebih praktis dan biaya kepemilikan kendaraan semakin tinggi.
6. Layanan pesan-antar makanan
Kesibukan aktivitas membuat layanan pengantaran makanan semakin diminati.
Berbeda dengan boomer yang terbiasa memasak di rumah, Gen Z lebih sering memanfaatkan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Gaya Hidup Modern Ikut Mengubah Pola Belanja
7. Produk kecantikan premium
Media sosial membuat berbagai produk kecantikan kelas atas semakin mudah dikenal.
Akibatnya, banyak Gen Z rela mengeluarkan biaya lebih besar demi mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan maupun tren.
8. Barang koleksi yang sedang populer
Fenomena kidult semakin berkembang di kalangan anak muda.
Banyak orang dewasa membeli boneka atau mainan karakter populer sebagai koleksi, meski produk tersebut awalnya ditujukan untuk anak-anak.
9. Kopi dari kafe
Jika boomer lebih sering menyeduh kopi sendiri di rumah, membeli kopi di kafe telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak Gen Z.
Selain menikmati minuman, aktivitas ini juga menjadi bagian dari gaya hidup dan tempat berkumpul.
10. Keanggotaan gym premium
Banyak boomer percaya olahraga dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya besar.
Sebaliknya, Gen Z lebih tertarik bergabung dengan pusat kebugaran modern yang menawarkan fasilitas lengkap, kelas eksklusif, hingga suasana yang menarik untuk dibagikan di media sosial.
Perbedaan Prioritas Dipengaruhi Perubahan Zaman
Perbedaan pola pengeluaran antara boomer dan Gen Z bukan berarti salah satu generasi lebih bijak dibanding yang lain.
Masing-masing tumbuh dalam kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, dan budaya yang berbeda sehingga membentuk cara pandang yang tidak sama terhadap uang.
Bagi boomer, kepemilikan barang dan penghematan menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Gen Z lebih menilai kenyamanan, efisiensi, pengalaman, serta akses terhadap layanan digital sebagai bagian penting dalam kehidupan modern.
Pergeseran inilah yang membuat pola konsumsi kedua generasi terlihat sangat berbeda. Azarine Nirwasita Zada - Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun