Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kenapa GA-2100 Dijuluki "CasiOak"? Ini Penjelasan yang Bikin Penasaran Para Pecinta Jam

Tim Content Writer Radar Madiun • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:49 WIB
G-Shock GA-2100K Series (blog.jamtangan.com)
G-Shock GA-2100K Series (blog.jamtangan.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Di antara ratusan model G-Shock yang pernah lahir, satu seri berhasil mencuri perhatian melampaui kelasnya.

Bukan karena harganya mewah atau fiturnya paling canggih melainkan karena desainnya diam-diam menyerupai jam tangan Swiss bernilai puluhan juta rupiah.

Itulah Casio G-Shock GA-2100, yang oleh para penggemarnya dijuluki "CasiOak" karena siluetnya yang mirip dengan Audemars Piguet Royal Oak.

Apa yang Membuat GA-2100 Berbeda dari G-Shock Lainnya?

G-Shock selama ini identik dengan tampilan besar, tebal, dan masif cocok untuk aktivitas ekstrem tapi sering terasa berlebihan untuk pemakaian sehari-hari.

GA-2100 hadir membalikkan ekspektasi itu dengan desain yang jauh lebih tipis, bezel segi delapan yang elegan, dan tampilan yang bisa masuk dalam berbagai situasi dari olahraga pagi hingga rapat kantor.

Meski terlihat lebih "kalem", dalamnya tetap mewarisi ketangguhan khas G-Shock: tahan benturan, tahan air hingga 200 meter, dan dilindungi struktur Carbon Core Guard yang ringan namun keras.

Baca Juga: Insinyur Ini Nekat Bikin Jam Tangan Anti-Hancur Dan Dunia Tidak Pernah Sama Lagi

Spesifikasi yang Tidak Bisa Dianggap Enteng

GA-2100 memiliki diameter case 45,4 mm dengan ketebalan hanya 11,8 mm sangat tipis untuk ukuran G-Shock.

Bobotnya hanya 51 gram, menjadikannya salah satu G-Shock teringan di kelasnya meski menggunakan material Carbon Core Guard.

Fitur standarnya mencakup world time untuk 48 kota di 31 zona waktu, stopwatch dengan split timing, countdown timer, 5 daily alarm, kalender otomatis, dan LED dengan durasi iluminasi yang bisa disesuaikan.

Tiga Varian Baru GA-2100K di 2026

Di awal 2026, Casio merilis tiga model baru dari seri GA-2100K yang langsung menarik perhatian komunitas jam tangan global.

Ketiganya mengusung konsep "smoke light" yang terinspirasi dari suasana festival musik dengan material resin transparan matte pada bezel dan strap yang menciptakan tampilan berbeda dari model GA-2100 sebelumnya.

GA-2100K-1A hadir dengan case dan strap smoke gray transparan beraksen hijau, GA-2100K-2A dengan detail warna oranye, sementara GA-2100K-5A memilih palet cokelat transparan dengan aksen merah.

Baca Juga: Voicemails for Isabelle di Netflix, Kisah Cinta Tak Terduga yang Berawal dari Pesan Suara

Baterai 3 Tahun dan Ketahanan Air 200 Meter

Sisi teknis GA-2100K tidak kalah dari pendahulunya: baterai tahan hingga 3 tahun dengan akurasi ±15 detik per bulan.

Ketahanan air 200 meter menjadikannya bisa diajak menyelam ringan, tidak sekadar tahan cipratan.

Penggunaan inorganic glass sebagai pelindung dial menambah ketahanan terhadap goresan dalam penggunaan sehari-hari.

Kenapa Seri Ini Terus Laris Setiap Tahun?

GA-2100 adalah jawaban sempurna bagi mereka yang menginginkan ketangguhan G-Shock tapi tidak ingin tampil terlalu "militeristik".

Desainnya yang versatile membuat seri ini dicintai oleh kalangan luas dari anak muda yang suka streetwear hingga profesional muda yang butuh jam tangan kasual namun berkarakter kuat.

Di pasar Indonesia, GA-2100 konsisten masuk daftar model G-Shock terlaris setiap tahunnya dan kemunculan varian GA-2100K di 2026 membuktikan Casio tahu betul apa yang diinginkan penggemarnya. (*)

*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya 

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Casio G-Shock GA-2100 #jam tangan #casio