Jawa Pos Radar Madiun - Setiap sepeda gunung yang digunakan oleh para pebalap profesional di ajang kejuaraan dunia selalu memiliki karakteristik setelan yang unik dan berbeda satu sama lain.
Penyesuaian kecil pada tekanan udara komponen peredam kejut hingga sudut kemudi menjadi faktor penentu kenyamanan berkendara di lintasan ekstrem.
Polygon UR Team yang didirikan oleh mantan pebalap dunia Fabien Cousinié sangat terkenal dengan pendekatan mekanis mereka yang tidak konvensional.
Cousinié menerapkan pola pikir berbasis ilmu teknik yang kuat dalam menentukan kombinasi komponen terbaik untuk seluruh punggawa timnya.
Menariknya tim ini lebih memilih untuk bekerja sama dengan produsen komponen alternatif di luar merek besar yang biasa mendominasi pasar global.
Langkah berani ini membuktikan bahwa kecocokan fungsi part jauh lebih krusial daripada sekadar mengejar prestise sebuah nama merek dagang.
Para pemilik sepeda gunung Polygon di rumah pun sebenarnya bisa menerapkan prinsip mekanis profesional ini secara mandiri pada sepeda kesayangan mereka.
Otoritas tim mekanik dunia telah membagikan panduan dasar yang bisa dipraktikkan langsung untuk mendongkrak performa sepeda.
1. Fondasi Utama Setelan Komponen Suspensi
Langkah paling awal yang wajib dilakukan oleh setiap pengendara adalah menentukan tingkat amblesan suspensi (sag) secara akurat saat diberi beban tubuh.
Sebagai patokan awal yang ideal isi tekanan udara garpu depan sesuai dengan angka berat badan Anda dalam satuan kilogram.
Sementara untuk suspensi udara bagian belakang isi tekanan dengan rumus nilai berat badan dikalikan dengan dua koma lima.
Setelah itu Anda dapat melakukan penyetelan katup kembalinya suspensi (rebound) dengan memutar kenop sepenuhnya ke arah tanda minus terlebih dahulu.
Hitung jumlah total klik putaran ke arah tanda plus lalu kembalikan posisi kenop tepat di nilai setengahnya sebagai modal awal petualangan.
Baca Juga: Retro Futuristik! Gandeng C2H4, Casio Luncurkan G-Shock GA-2100 dalam Jumlah Terbatas
2. Mengatur Tekanan Ban sebagai Lapisan Peredam Pertama
Roda karet pada sepeda sejatinya bertindak sebagai garda terdepan dalam menyerap getaran dari benturan permukaan tanah yang tidak rata.
Tekanan udara ban yang terlalu tinggi akan menyalurkan getaran keras langsung ke area tangan pengendara sehingga memicu kelelahan otot secara lebih cepat.
Sebaliknya tekanan yang terlalu rendah justru memperbesar risiko terjadinya kebocoran ban akibat benturan keras benda tajam pada area velg roda.
Target utamanya adalah menemukan angka tekanan yang ideal agar permukaan ban dapat mencengkeram gundukan batu serta akar pohon dengan sempurna.
Bagi pengguna sistem ban tanpa dalam (tubeless) lakukan perubahan tekanan secara berkala dalam skala kecil antara satu hingga dua PSI saja.
3. Pemilihan Komponen Berdasarkan Kebutuhan Fungsi
Pola pikir seorang insinyur teknik sangat diperlukan ketika pengendara berniat melakukan pemutakhiran (upgrade) pada beberapa komponen sepeda mereka.
Polygon UR Team sendiri mempercayai sistem peredam kejut depan dari SR Suntour yang dipadukan dengan penggerak Box serta sistem pengereman dari Trickstuff.
Penyelarasan komponen ini meniru filosofi rancangan sasis modern Polygon Collosus TLE yang menggunakan sistem suspensi six-bar IFS enam tautan.
Desain mekanis tersebut memberikan kebebasan penuh bagi perancang untuk mengontrol nilai efisiensi kayuhan pedal di jalur menanjak yang terjal.
Oleh karena itu prioritaskan kemampuan performa sebuah suku cadang pada medan bersepeda Anda daripada sekadar melihat popularitas merek.
Baca Juga: Polygon Collosus Punya Fitur Sultan, Bisa Modif Geometri Sepeda MTB Sesuai Karakter Pengguna
4. Penataan Area Kemudi Demi Kendali Maksimal
Posisi komponen pada area setang kemudi memegang kendali yang sangat besar terhadap tingkat kelincahan manuver sepeda saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Para pebalap dunia umumnya lebih menyukai penggunaan setang kemudi yang lebar untuk mendapatkan stabilitas dan daya ungkit kemudi yang mantap.
Penggunaan batang penyambung setang (stem) yang pendek juga sangat disarankan guna mempercepat respons kemudi saat melewati jalur teknis yang berliku.
Untuk sudut tuas rem posisikan kemiringannya agar sejajar dengan sudut alami pergelangan tangan Anda saat posisi badan sedang berdiri di atas pedal.
Setelan ergonomis ini terbukti ampuh mengurangi ketegangan otot jari dan mempermudah proses pengereman darurat di jalur turunan curam.
5. Memanfaatkan Akses Kemudahan pada Rangka Modern
Produsen sepeda masa kini sudah mulai merancang bentuk sasis bodi dengan mempertimbangkan kemudahan proses perawatan berkala bagi para penggunanya.
Sebagai contoh sasis sepeda Polygon Collosus TLE menempatkan posisi suspensi belakang mepet dengan pipa atas dan menyediakan lubang akses khusus di dekatnya.
Pintu akses kecil ini sangat berguna untuk mempermudah pengendara dalam mencolokkan pompa suspensi guna merubah tekanan udara di tengah jalur.
Kenali dengan baik setiap titik akses penyetelan yang ada pada rangka sepeda Anda seperti seri Siskiu Xtrada maupun lini Collosus sebelum memulai perjalanan besar.
Pada akhirnya tujuan utama dari seluruh proses kustomisasi ini adalah menciptakan sebuah sepeda gunung yang terasa menyatu dan pas dengan tubuh Anda. (naz)
Editor : Mizan Ahsani